Sunday, August 11, 2019

Cara Menanam Tanaman Rosella dengan Mudah dan Simpel

Banyak sekali tanaman hias bunga yang popular di Indonesia, dan salah satunya yang saat ini sedang digandrungi dan juga cukup popular sebagai tanaman bunga hias adalah tanaman Rosella. Tanaman yang satu ini dikenal akan buahnya yang memiliki bentuk seperti kelopak bunga yang terlihat menarik dan cantik. Tanaman ini juga memiliki sebutan lain yaitu tanaman Frambozen. Buah yang menyerupai bunga tersebut selain cantik, juga memiliki manfaat yang banyak dan sering digunakan oleh masyarakat ataupun perusahaan sebagai bahan baku pembuat sirup karena rasanya yang unik dan manis serta menyegarkan. Karena cara menanam tanaman rosella tidak terlampau sulit, banyak juga yang menanam dan membudidayakannya.

Tanaman rosella juga sering digunakan sebagai salah satu bahan obat herbal yang bisa memberikan khasiat dan manfaat yang baik bagi tubuh. Khasiat-khasiat dari tanaman rosella antara lain dapat membasmi cacing di dalam sistem pencernaan, memperlancar keluarnya air seni, menurunkan panas tubuh, mengencerkan darah, mampu menurunkan tekanan darah, dan juga bisa digunakan sebagai bahan antibakteri dan antiseptik.

Berikutnya kami akan memberikan informasi mengenai cara menanam rosella yang bisa Anda lakukan di area lahan ataupun di suatu wadah seperti pot dan polybag.

Cara Menanam Tanaman Rosella

Sebelum kita mulai menanam bunga rosella, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu karakteristik dari tanaman bunga rosella tersebut. Pohon rosella sendiri biasanya dapat tumbuh dengan subur dan baik di segala cuaca, suhu dan di kondisi lahan yang berbeda-beda. Akan tetapi perbedaan dari segi suhu dan karaker lahan serta cuaca bisa mempengaruhi warna dari buah tanaman rosella yang nantinya akan dihasilkan oleh tanaman tersebut.

Tanaman rosella bisa tumbuh dengan baik dan subur di ketinggian 10 hingga 600 meter dari atas permukaan laut. Untuk suhu yang optimal adalah di rentan suhu 20 hingga 34 derajat celcius, Tanaman rosella adalah tanaman yang hanya berbuah di satu waktu dalam semusim. Tanaman ini bisa tumbuh mencapai ketinggian 1 hingga 3 meter.

Persiapan Lahan dan Bibit

Cara menanam tanaman rosella yang pertama adalah mempersiapkan lahan yang akan kita Tanami tanaman rosella nantinya. Persiapan lahan dimulai dengan cara membersihkan semua area lahan yang akan digunakan dari tanaman liar atau gulma, melakukan penggemburan tanah dan juga memberikan pupuk baik itu pupuk kandang atau kompos secukupnya. Setelah itu kita buat bedengan ukuran yang disesuaikan dengan area lahan.

Selanjutnya adalah pemilihan benih atau bibit tanaman rosella yang baik agar nantinya bibit tersebut bisa tumbuh dengan baik dan sempurna serta memberikan hasil yang maksimal. Benih dari tanaman rosella berasal dari biji, Anda bisa mendapatkannya di sini. Berikut ini cara mempersiapkan biji tanaman rosella.
  • Pertama-tama biji tanaman rosella dikeringkan kurang lebih 4 hari lamanya. 
  • Setelah kering kemudian ditempatkan atau disemai dl ahan tanah khusus yang sudah digemburkan. 
  • Setelah dua minggu atau jika sudah tumbuh setinggi 7 cm, kemudian benih dimasukan kedalam polybag. 
  • Biarkan tanaman rosella tumbuh hingga ukuran kurang lebih 20 cm sebelum dimasukan kearea lahan. 
  • Penanam rosella juga bisa dilakukan langsung di area lahan, namun sebaiknya ditutupi agar tidak mudah rubuh dan rusak oleh hujan dan angin.
Sumber : https://bibitonline.com/artikel/cara-menanam-tanaman-rosella-dengan-mudah-dan-simpel


Baca artikel selengkapnya....

Saturday, August 10, 2019

Cara Setek pada Sambungnyawa Tanaman Lalapan yang Berkhasiat

Salah satu bahan yang dapat dijadikan lalapan mentah dan juga bahan salad adalah daun sambungnyawa. Tanaman dengan nama ilmiah Gynura procumbens ini tergolong famili Asteraceae. Selain dapat dijadikan lalapan, tanaman ini juga dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan. Bagian yang digunakan adalah daun dan umbinya. Beberapa gangguan kesehatan sering dihubungkan dengan khasiat tanaman ini. Sebutlah di antaranya demam, obat ginjal, disentri, kolesterol, diabetes hingga gigitan ular. Jika anda ingin menanam sendiri tanaman ini di rumah, perbanyakan dapat dilakukan secara mudah dengan setek batang.

Siapkan polibag atau pot, media, dan potongan batang sambungnyawa untuk mulai proses tanam dengan cara setek. Media dapat berisi tanah dicampur dengan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1 atau 2:1. Pot perlu banyak lubang agar media tidak becek saat disiram.

Setek pada batang sambungnyawa ini dapat diambil dari batang yang telah tua maupun batang yang lebih muda. Potong bagian atas batang untuk setek ini sedikit di atas ketiak daun. Biasanya tunas yang tumbuh muncul pada bagian tersebut. Isi polibag dengan media hingga hampir penuh dan diratakan. Setek dapat mulai ditanam dan disiram untuk menyatukan media dengan batang. Batang bagian bawah yang masuk ke dalam media dibuat agak dalam saja, agar nanti setekan tidak mudah goyah hingga pertumbuhan akar terganggu dan mengalami gagal setek.

Untuk mempercepat proses tumbuhnya tunas, tutup plastik dapat dipasang pada polibag setekan. Lebih praktis dapat digunakan botol akua yang dipotong kemudian ditutupkan pada batang setek. Tempatkan dulu setekan pada area sedikit teduh, bisa di teras rumah.

Dalam waktu 20 hari sejak dilakukan proses setek, tunas telah tumbuh sepanjang 2 cm. Dari dua buah setekan dari batang yang masih muda ini kesemuanya dapat hidup dengan baik. Tidak perlu terburu-buru memindahkan hasil setek yang baru tumbuh ini. Biarkan setekan benar-benar hidup hingga tumbuh beberapa tingkat daun pada batang.

Tanaman sambungnyawa akan tampak indah saat ditanam secara berkelompok. Rumpun yang tumbuh akan menimbulkan kesan hijau dan rimbun apalagi jika digunakan sebuah pot yang lebar.

Kegagalan pada setek tanaman ini biasanya karena dua hal. Yang pertama, batang setekan sering goyah atau bergoyang sehingga gagal tumbuh tunas. Yang kedua terburu-buru waktu ketika memindahkan hasil setek yang belum sepenuhnya siap. Setek meski telah tumbuh daun kadangkala belum tumbuh akarnya terutama pada setek dengan cabang muda, sehingga rawan gagal saat dipindahkan.

Agar tidak perlu melakukan proses pindah bibit hasil setek ini, setek dalam dilakukan langsung pada pot yang akan digunakan untuk menanam sambung nyawa.

Sumber: http://daunijo.com/cara-setek-pada-sambungnyawa-tanaman-lalapan-yang-berkhasiat/


Baca artikel selengkapnya....

Friday, August 9, 2019

Budidaya Sereh Wangi, Tanam Sekali Panen Bertahun-tahun

Mengenal Tanaman Sereh Wangi

Apakah kamu pernah mendengar tanaman sereh wangi? Tanaman sereh atau serai wangi merupakan jenis tanaman dari suku rumput-rumputan yang digunakan sebagai bahan baku pembuat minyak atsiri (minyak sereh) atau dikenal dengan nama Citronela oil.

Citronella oil sendiri merupakan bahan penting yang digunakan dalam berbagai industri parfum, kosmetik, dan farmasi. Beberapa produk yang menggunakan Cintronella oil misalnya produk pembersih (sabun cuci), aroma terapi, minyak gosok dll.

Perbedaan Sereh wangi dan Sereh Dapur

Apakah beda sereh wangi dengan sereh dapur? Selama ini masih banyak masyarakat yang menyamakan antara sereh wangi dengan sereh dapur. Padahal Sereh wangi adalah salah satu jenis tanaman sereh yang memiliki nama latin Cymbopogon citratus. Tanaman sereh wangi memiliki kandungan utama Citronella sehingga minyak atsiri yang dihasilkan dikenal dengan nama Citronella oil.

Sedangkan sereh dapur (West Indian Lemongrass) merupakan jenis sereh yang sering kita jumpai sebagai bumbu dapur. Sereh dapur memiliki kandungan utama sitral dan minyak yang dihasilkannya dikenal dengan nama Lemongras oil.

Meskipun keduanya sama-sama mampu menghasilkan minyak atsiri, Namun di Indonesia sendiri hanya sereh wangi saja yang banyak diolah sebagai penghasil minyak atsiri.

Syarat Tumbuh Sereh Wangi

Tanaman sereh dapat tumbuh pada dataran rendah hingga tinggi dengan ketinggian antara 100-1000 mdpl. Dengan curah hujan sekitar 800 mm/tahun , suhu sekitar 22°C dan kelembaban udara sekitar 85%.

Tanaman sereh dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, namun jenis tanah yang paling ideal adalah jenis tanah lempung berpasir, tanah aluvial, tanah humus, serta tanah liat hitam cokelat dengan PH sekitar 5,5 hingga 6,5.

Cara Budidaya Sereh Wangi

Sebenarnya menanam sereh dapat dilakukan dengan mudah. Karena sereh dapat ditanam baik di lahan-lahan tidur atau kurang produktif maupun lahan bekas tambang. Namun agar tanaman sereh dapat menghasilkan minyak yang berkualitas dan jumlah yang maksimal, teknik budidaya yang tepat tentu harus dilakukan. Berikut ini langkah-langkah budidaya sereh wangi:

Persiapan Lahan Budidaya
  • Bersihkan lahan dari gulma atau rumput liar. 
  • Lakukan pengolahan lahan dengan dicangkul atau dibajak agar tanah menjadi gembur. 
  • Buat lubang tanam dengan kedalaman 30 x 30 x 30 cm, jarak antar lubang 100 x 100 cm jika lahan subur dan 75 x 75 cm jika lahan kurang subur. 
  • Beri pupuk dasar berupa pupuk kandang sebanyak 1/3 dari kedalaman lubang.

Persiapan Bibit
Untuk mendapat bibit serai wangi anda dapat memperoleh dari sentra pembibitan sereh wangi atau bisa beli secara online. Atau jika sebelumnya sudah mempunyai tanaman serai, cabut rimpang umbi beserta batang serai. Kemudian potong daun serai hingga hanya tersisa batang dan umbi saja.

Sebelum bibit ditanam sebaiknya bibit disiram terlebih dahulu sebanyak 2 kali sehari agar bibit tidak layu dan tetap sehat ketika ditanam.

Penanaman Bibit Sereh Wangi
  • Setelah lubang tanam siap, tahap berikutnya adalah melakukan penanaman. 
  • Waktu terbaik untuk penanaman adalah di awal atau akhir musim hujan. Hal ini bertujuan agar tanaman cepat tumbuh dan anda tidak perlu melakukan penyiraman. 
  • Masukkan 1 batang bibit perlubang jika ukuran bibit cukup besar dan atau bisa 2 batang perlubang jika ukuran bibit kecil-kecil. 
  • Lakukan penanaman sampai sedikit di atas pangkal batang kemudian tanah di sekitar bibit dipadatkan.

Perawatan Tanaman Sereh Wangi

Penyulaman
  • Lakukan penyulaman segera jika ditemukan tanaman yang rusak atau mati. 
  • Penyulaman harus dilakukan sesegera mungkin minimal 1 bulan setelah tanam.

Penyiangan

Penyiangan dapat dilakukan setelah tanaman berumur 1 bulan dan dilanjutkan setiap 3 atau 4 bulan sekali dalam setahun.

Pemupukan

Pemupukan diperlukan untuk menjaga kesuburan dan kestabilan produksi. Kondisi tanah yang subur akan berpengaruh terhadap hasil produksi daun dan banyaknya minyak yang dihasilkan per hektar. Pemupukan susulan dapat diberikan berupa pupuk urea, dan KCL dengan dosis masing-masing Urea 50 hingga 100 kg/hektar, dan KCL 100 hingga 200 kg/hektar.

Pupuk susulan diberikan sebanyak 3 kali, yaitu pada saat tanaman serai berumur 4 minggu, 8 minggu dan 16 minggu setelah tanam. Setiap 6 bulan sekali berikan pupuk kandang sebanyak 2 kg per rumpun.

Panen Serai Wangi

Panen tanaman serai wangi dapat dilakukan setelah sereh berumur 5-6 bulan dari masa tanam.

Pemanenan dilakukan dengan memotong daun serai sekitar 5 cm di atas ligula (batas pelepah dengan helaian daun) dari bagian daun paling bawah yang kering.

Pemanenan selanjutnya dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali pada musim hujan dan 4 bulan sekali pada musim kemarau.

Jika dirawat dengan baik usia tanaman serai dapat mencapi 20 tahun.

Produksi sereh wangi akan meningkat dari panen 1 sampai panen ke 3. Dan akan menurun pada panen berikutnya hingga panen ke 7. Penurunan ini terjadi karena meningkatnya umur tanaman dan rumpun tumbuhnya makin ke atas, sehingga akar baru tidak dapat mencapai tanah yang menyediakan hara. Untuk mengatasinya lakukan pembubunan di sekitar rumpun secara teratur.

Sumber: http://www.bertaniorganik.com/2018/12/31/budidaya-sereh-wangi-tanam-sekali-panen-bertahun-tahun/


Baca artikel selengkapnya....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Para Sahabat

Total Visitors

Histats

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP