Showing posts with label Budidaya Pegagan. Show all posts
Showing posts with label Budidaya Pegagan. Show all posts

Saturday, June 15, 2013

Budidaya Tanaman Pegagan (Centella asiatica L Urban)

Taksonomi
Class : Dicotyledonae
Sub Class : Polypetalae
Series : Calyciflorae
Order : Umbellales
Family : Umbelliferae (Apiaceae)
Genus : Centella
Spesies : Centella asiatica [L] Urb

Nama daerah :
Indonesia : Rumput kaki kuda / daun kaki kuda
Sunda : Antanan gede/antanan rambat
Bugis : Dau tungke
Ujung pandang : Pegaga
Jawa : Kerok batok, rendeng, gagan-gagan
Madura : Kos tekosan
Halmahera : Kori-kori
Ternate : Kolotidi manora

Nama di luar negeri :
English : Indian penny wort
Tamil : Vallarai, Yoshanavalli, Chandaki, Pindeeri
Sanskrit : Mandookaparni
Hindi : Brahmi
Bengali : Tholkari
Arabi : Artniya –e- hindi
Malayalam : Kudakam
China : Ji xue cao

Syarat Tumbuh
Pegagan bersifat kosmopolitan tumbuh liar di tempat-tempat yang lembab pada intensitas sinar yang rendah (ternaungi) hingga pada tempat-tempat terbuka, seperti di padang rumput, pinggir selokan, pematang sawah. Faktor lingkungan yang berperan dalam pertumbuhan dan mempengaruhi kandungan bahan aktif tanaman pegagan, antara lain :

Tinggi tempat
Tanaman pegagan banyak ditemukan dari dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 2500 m dpl. Namun untuk pertumbuhan optimum tanaman ini yaitu pada ketinggian 200 – 800 m dpl. Di atas 1.000 m dpl. produksi dan mutunya akan menjadi lebih rendah.

Jenis tanah
Tanaman ini dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik hampir pada semua jenis tanah lahan kering. Pada jenis tanah Latosol dengan kandungan liat sedang tanaman ini tumbuh subur dan kandungan bahan aktifnya cukup baik. Pada tanah dengan kandungan liat yang cukup kandungan klorofil daun akan tinggi.

Dari penelitian Anjana Devkota dan Pramod Kumar didapatkan hasil bahwa pada kandungan lempung 40% dan 60% memiliki kandungan klorofil a dan klorofil b yang tinggi. Kandungan klorofil ini akan berkaitan dengan kemampuan berfotosintesis.

Iklim
Pegagan tidak tahan terhadap tempat yang terlalu kering, karena sistem perakarannya yang dangkal. Oleh karena itu faktor iklim yang penting dalam pengembangan pegagan adalah curah hujan. Apabila pegagan ditanam pada musim kemarau dan tanaman mengalami kekurangan air, maka perlu dilakukan penyiraman. Tanaman ini akan tumbuh baik dengan intensitas cahaya 30 – 40 %, sehingga dapat dikembangkan sebagai tanaman sela (semusim maupun tahunan), misalnya di antara tanaman jagung, kelapa, kelapa sawit, buah-buahan yang tidak terlalu rindang. Di tempat dengan naungan yang cukup, helaian daun pegagan menjadi lebih besar dan tebal dibanding apabila tanaman tumbuh di tempat terbuka. Sedangkan pada tempat-tempat yang kurang cahaya, helaian daun akan menipis, warna memucat. Selain itu juga pada tanah yang kurang subur dapat diberikan pupuk organik atau kompos.

Pembibitan
Pegagan umumnya diperbanyak secara vegetatif dengan menggunakan stolon atau tunas anakan, tetapi dapat pula diperbanyak dengan biji (secara generatif). Benih yang akan ditanam sudah berstolon dengan disertai minimal 2 calon tunas. Benih berasal dari induk yang telah berumur minimal setahun. Walaupun pegagan berbiji, perbanyakan dilakukan melalui bagian stolon (vegetatif), yang disemaikan terlebih dahulu selama 2 – 3 minggu. Persemaian menggunakan polibag kecil, diisi media tanam campuran tanah dan pupuk kandang (2 : 1), diletakkan di tempat dengan naungan yang cukup dan disiram setiap hari.

Sumber :
http://warriorofgreen.blogspot.com/2010/07/budidaya-tanaman-pegagan-centella.html


Baca artikel selengkapnya....

Tuesday, January 15, 2013

Pegagan Tumbuhan Nutrisi Bagi Otak Manusia

Pegagan tumbuhan sayur yang memiliki khasiat herbal luar biasa. Sebagai tanaman sayur, daun pegagan memilikivfungsi sebagai obat segala jenis penyakit. Pegagan (Centella Asiatica Urban) adalah sejenis tanaman herbal atau tanaman rempah dengan banyak manfaatnya,” ujar peneliti tanaman obat dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Latifah K Darusman MS.

Pegagan juga diketahui sebagai lalapan untuk nutrisi otak manusia, karena mengandung beberapa komponen bioaktif seperti terpenoid, steroid (triterpenoid), dan bahan-bahan aktif lainnya yang dapat meningkatkan kemampuan otak pada manusia. Pegagan ini tidak hanya digunakan sebagai tanaman herbal tetapi dapat digunakan sebagai sayuran untuk lalapan atau penambah lauk – pauk. Selain itu daun pegagan dapat dijadikan sebuah minuman berkhasiat yang dapat dikonsumsi sehari – hari jika diolah menjadi teh pegagan.

Tanaman pegagan ini dapat diketahui dengan ciri-ciri, sebagai berikut :
1. Tumbuh pada ketinggian 2.500 mdpl
2. Tumbuh dengan kondisi tanah yang agak lembab, cukup sinar matahari
3. Tumbuh di daerah dataran rendah ataupun dataran tinggi
4. Termasuk dalam kelompok tanaman liar yang mudah tumbuh di sawah, pekarangan rumah, dan padang rumput. Dapat dijadikan sebagai tanaman boga dan obat untuk keluarga.
5. Memiliki rimpang pendek dengan stolon – stolon yang merayap panjang 10 – 80 cm, bertangkai panjang, berbunga tersusun dalam karangan berupa payung, baunya harum
6. Berdaun merah muda atau putih, berbuah kecil berbentuk lonjong, pipih dengan panjang buah 2 – 2,5 cm. Daunnya terasa pahit tetapi dapat digunakan sebagai lalapan obat penguat lambung.

Sumber :
http://pegagan.org/pegagan-tumbuhan-nutrisi-bagi-otak-manusia/


Baca artikel selengkapnya....

Friday, December 28, 2012

Teknik Budidaya Pegagan

Pegagan (centella asiatica) merupakan tanaman yang dapat ditanam di dataran rendah sampai dataran tinggi (1-2500 mdpl) dengan curah hujan 8-9 bulan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal suhu udara antara 20-25 oC dan kelembaban 70-90% dan pH 6-7. Pegagan juga memiliki beberapa nama di beberapa daerah di Indonesia seperti daun kaki kuda, daun aga, pegagan, rumput kaki kuda dan antaran gede. Selain di Indonesia pegagan juga dikenal oleh beberapa beberapa nama asing seperti Amerika (Gotu kola), Jerman (Wassernabel) dan Malaysia (pegagan ular).

Pegagan ini merupakan tanaman yang dapat hidup di daerah dataran rendah maupun dataran tinggi. Pegagan tumbuh secara merayap, tidak berbatang dengan tinggi tanaman 10-50 cm. Daun tersusun dalam roset akar dan bentuk daun seperti kipas dengan permukaan daun licin serta tepi daun melengkung ke atas dan bergerigi. Diameter daun 1-7 cm.

Tangkai daun pegagan berbentuk pelepah, agak panjang dan berukuran 5-15 cm. Bentuk bunga bundar lonjong, cekung dan runcing ke ujung. Kelopak bunga tidak bercuping serta tajuk bunga berbentuk bulat telur dan meruncing ke ujung.

Buah tanaman pegagan kecil, panjang 2-2,5 mm dan lebar 7 mm. Akar rimpang dengan banyak stolon.

Pada akar, batang dan daun pegagan mengandung : senyawa glikosida, triterpenoida, alkaloida, hidrokotilin, steroid, tannin, minyak atsiri, gula pereduksi dan garam mineral seperti K, Na, Mg, Ca dan Fe.

Dalam tahapan budidaya pegagan harus melalui tahapan-tahapan seperti pada penjelasan di bawah ini :

a. Persiapan dan pengolahan lahan
Tujuan dari pengolahan lahan adalah untuk membuat kondisi fisik lahan cukup remah dan gembur guna menunjang pertumbuhan yang baik bagi tanaman, serta untuk mengurangi populasi gulma. Jika lahan yang digunakan adalah persawahan, maka dalam pengolahannya perlu membuat saluran air, pencangkulan dan penggemburan tanah serta pembuatan bedengan.

Secara umum pegagan dapat tumbuh di sembarang tempat, daerah dan waktu dalam arti dapat ditanam baik di tegalan atau persawahan, di daerah dataran tinggi maupun rendah dan ditanam baik di musim kemarau atau penghujan.

b. Persiapan bibit
Bibit harus berasal dari tanaman yang benar-benar sehat, kuat serta tidak terserang hama dan penyakit. Secara umum pegagan dapat dikembangbiakan dengan biji dan stolon. Stolon yang diambil sudah berakar dan setiap ruas dengan panjang stolon minimal 3 ruas.

c. Penanaman
Bibit pegagan berusia 4-6 minggu dianjurkan ditanam dengan jarak 20x20 cm dan langsung dilakukan penyiraman.

d. Pemeliharaan tanaman
Pemeliharaan dilakukan untuk mendapatkan pegagan yang sehat dan berkualitas, meliputi :
- Penyiraman dilakukan 1-2 kali setiap hari, tergantung kondisi lahan.
- Pemupukan dilakukan 2-3 kali tiap 1 kali masa tanam, yaitu saat awal penanaman, pertengahan pertumbuhan vegetatif dan saat siap waktu.
- Penyulaman dimaksudkan untuk mengganti tanaman yang tidak berhasil tumbuh dan dilakukan setelah tanaman berumur 2-4 minggu di lahan.
- Penyiangan dimaksudkan untuk menghindari tumbuhnya tanaman pengganggu serta untuk memperbaiki struktur tanah dan dilaksanakan 1-4 minggu setelah tanam dan selanjutnya dilakukan secara rutin tiap 1 bulan.

e. Penanggulangan hama penyakit
Dianjurkan untuk menggunakan pestisida nabati guna mengendalikan hama belalang dan ulat pemakan daun. Larutan pestisida nabati berupa bunga krisan, mimba, tembakau, akar tuba, lengkuas, sereh, daun sambiloto/bawang putih yang setelah dicampur, dijadikan larutan dan disemprotkan pada tanaman untuk pengendalian hama. Penyakit yang biasa menyerang adalah penyakit busuk akar. Usaha preventif yang dapat dilakukan adalah menjaga keseimbangan kelembaban tanah.

Saat pemanenan adalah pada saat tanaman umur 3-6 bulan. Pemanenan pegagan yang dilakukan sebanyak 3 kali dengan cara memotong tanaman dari pangkal, dengan alat yang bersih dan tajam.

Sumber :
http://www.scribd.com/doc/52412831/Teknik-budidaya-Pegagan


Baca artikel selengkapnya....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Para Sahabat

Total Visitors

Histats

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP