Tuesday, June 20, 2017

8 Tips Sukses Budidaya tanaman Tomat dalam Pot/Polybag

Tanaman tomat merupakan salah satu jenis tanaman buah yang mempunyai siklus hidup cukup singkat. Kisaran usia pohon tomat hanya 4-5 bulanan, setelah itu tidak produktif lagi. Usia tomat dari mulai tanam sampai berbuah umumnya 3 bulan, tergantung dengan lokasi dan perlakuan. Batangnya dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tanaman tomat mempunyai buah berwarna hijau, kuning, merah dan biasa dipakai sebagai tambahan sayur dalam masakan atau bisa juga dikonsumsi secara langsung tanpa dimasak (Kalau saya biasa memakan tomat dengan cara diiris dan ditaruh gula pasir/gula jawa di atasnya).

Sebelum kita membahas teknik-teknik cara menanam tomat dalam polybag agar bisa berbuah lebat, ada baiknya kita mengenali tanaman tomat terlebih dahulu. Tahukah anda apakah tomat termasuk jenis buah atau sayur? Coba jelaskan! Dulu saya menjawab bahwa tomat termasuk buah. Sekarang, setelah membaca di wikipedia, ternyata tomat bisa disebut keduanya sekaligus, yaitu sebagai buah dan sayuran. Alasan dari jawaban ini adalah, meskipun struktur tomat adalah struktur buah, tetapi ada jenis-jenis tomat yang tidak hanya tomat buah, melainkan ada juga tomat sayur dan tomat lalapan. Nah, kalau nanti ada yang masih bertanya apakah tomat termasuk buah atau sayuran, anda bisa menjawabnya dengan penjelasan di atas. Baiklah, sekarang kita menuju ke inti pembahasan, yaitu bagaimana tips cara menanam tomat dalam pot.

Cara Menanam Tomat dalam Pot 
1. Berikan ruang yang cukup untuk tumbuh
Jika Anda menanam tomat dari biji, usahakan memberikan bibit tomat lebih banyak ruang untuk berkembang. Kondisi tanaman yang penuh sesak berjubel akan menghambat pertumbuhan tanaman tomat. Setelah bibit tomat cukup besar yang ditandai dengan tumbuhnya daun sejati, silahkan anda pindah masing-masing tanaman pada wadah yang berbeda, sehingga pertumbuhannya bisa lebih optimal, tidak berebut makanan dan agar tomat berbuah banyak.

2. Berikan sinar matahari yang cukup 
Bibit tomat akan tumbuh kuat jika mendapat sinar matahari secara langsung. Pemberian cahaya buatan diperlukan untuk keadaan yang ekstrim dimana sinar matahari tidak cukup dikarenakan cuaca atau lokasi penanaman yang tidak terkena sinar matahari. Khusus untuk anda yang memang tidak mempunyai lokasi tepat yang memungkinkan untuk memberikan asupan sinar matahari pada tanaman tomat secara cukup, silahkan memberikan cahaya buatan kurang lebih selama 14-16 jam dalam sehari.

3. Berikan kehangatan yang cukup untuk tanaman anda 
Tanaman tomat cocok di tanam di dataran rendah karena umumnya mereka menyukai cuaca yang hangat. Anda bisa mengusahakan kondisi yang hangat dengan menyelimuti area tanam dengan plastik hitam atau merah selama beberapa minggu sebelum Anda menanam tanaman tomat. Selain menciptakan kondisi hangat, teknik menyelimuti area tanam akan sedikit membantu mengurangi gulma tumbuh di area tanam. Fungsi lainnya adalah mencegah tanaman tomat anda terkena percikan air pada saat penyiraman yang bisa menyebabkan penularan penyakit dari tanah.

4. Tambahkan media tanam ekstra. 
Setelah tanaman tomat anda tumbuh cukup besar, silahkan tambahkan media tanam ke dalam pot/area tanam. Mengurug atau menambahkan media tanam ke sekitar batang pokok tanaman tomat akan memperkuat batang dan perakaran. Selain itu juga memberikan ruang lebih pada akar untuk berkembang dan menyerap nutrisi dari tanah. Cara lainnya, anda juga dapat menggali lubang yang dalam atau menggali parit dangkal dan membaringkan batang tanaman tomat ke dalamnya, kemudian ditimbun kembali dengan tanah. Hal ini akan memicu pertumbuhan akar baru yang nantinya akan menambah potensi penyerapan nutrisi dari dalam tanah menjadi lebih maksimal. Hanya saja yang perlu diperhatikan jangan sampai hal ini menjadi blunder menimbuni keseluruhan tanaman yang berakibat matinya tanaman tomat anda.

Cara Merawat Tanaman Tomat yang Baik 
5. Olahragakan tanaman tomat Anda. 
Jangan salah, tanaman pun butuh olahraga agar tumbuh sehat seperti halnya tubuh kita. tak terkecuali dengan tanaman tomat, mereka pun harus bergerak menggoyangkan anggota batangnya agar bisa tumbuh kuat. Biasanya kalau anda menanam tomat di luar ruangan, hal itu akan tercukupi oleh adanya tiupan angin dari sekitar. Tetapi jika Anda menanam tomat di dalam ruangan/di dalam rumah yang tidak memungkinkan untuk mendapatkan angin, silahkan anda pasang kipas angin untuk sekedar mengolahragakan tanaman tomat anda selama kurang lebih 10 menitan dua kali sehari. Atau kalau anda tidak ingin ribet dan menambah pengeluaran anda bisa melakukannya secara manual menggunakan tangan untuk mengolahragakan mereka. Acak-acak tanaman tomat anda dengan lembut dan gosok dengan perasaan pada pucuk-pucuk tanaman tomat selama beberapa menit, beberapa kali sehari. Terkesan aneh ya? Tapi menjadi hal yang sangat wajar sekali--bahkan suatu kegiatan yang menyenangkan sekaligus menenangkan untuk para pecinta tanaman seperti saya.


6. Lakukan perempelan daun tomat.
Proses perempelan daun tomat ini dilakukan setelah tanaman tomat Anda mencapai ketinggian sekitar 1 meter. Lakukan perempelan daun tomat yang berada pada batang bagian bawah, sekitar 30 cm dari tanah. Perempelan daun ini fungsinya adalah menghilangkan daun-daun tua pada batang bagian bawah tanaman. Daun tua pada bagian bawah tanaman biasanya adalah bagian yang mendapatkan paling sedikit matahari dan sirkulasi udara sehingga tidak bisa berfungsi maksimal untuk memasak makanan. Alasan lain dari pentingnya perempelan daun tomat bagian bawah karena biasanya daun bagian bawah ini yang rentan membawa benih penyakit seperti jamur dari tanah di bawahnya. Tetapi kalau sekiranya anda berada di lokasi yang rentan serangan hama penyakit/jamur, maka penyemprotan secaa berkala menggunakan ramuan organik perlu anda lakukan untuk menangkal penyakit jamur.

 
7. Pemangkasan cabang 
Tanaman yang tidak perlu Teknik pemangkasan cabang tanaman adalah salah satu cara membuat tanaman tomat berbuah lebat. Kalau anda perhatikan pada tanaman tomat anda, ada beberapa cabang kecil tanaman yang tumbuh pada pertengahan dua cabang/tengah-tengah percabangan utama. Cabang ini nampak akan tumbuh subur dan menyenangkan. Tetapi anda justru harus memangkas cabang yang seperti ini karena hanya akan menghisap makanan dengan rakus tetapi tidak akan menghasilkan buah. Biasanya umur tanaman tomat sampai panen pertama kali sekitar 3 bulan sejak tanaman dipindah ke pot. Panen berikutnya bisa menunggu dan setiap 3–5 hari sekali sampai buah tomat habis.


8. Penyiraman yang teratur 
Saat tanaman anda sedang tumbuh dan berkembang pada saat itulah tanaman perlu perhatian ekstra terutama pada asupan air. Kesediaan air menjadi hal vital bagi tanaman berkembang untuk tumbuh dan berbunga. Pastikan anda menyiramnya minimal 3 hari sekali untuk memastikan ketersediaan air. Tambahkan frekuensinya jika kondisi cuaca sedang ekstrim panas. Yang perlu diperhatikan dalam teknik penyiraman ini adalah jangan sampai terjadi air menggenang di area tanam karena tanaman tomat sangat rentan dengan penyakit busuk akar yang disebabkan karena terendam air dalam jangka waktu lama. Hal ini bisa disiasati sebenarnya, jika anda menanamnya dalam pot maka letakkan pecahan batu bata/genting pada dasar pot sebelum ditaruh media tanam. Hal ini untuk memastikan kelebihan air dapat dikeluarkan dari pot. Penyiraman bisa anda lakukan pada pagi hari sekitar jam 07:30 pagi atau jam 16:00 sore.

Kurangi frekuensi penyiraman manakala tanaman sudah berbuah setengah matang. Teknik ini dilakukan untuk mendapatkan buah tomat dengan konsentrasi gula tinggi dan air yang sedikit sehingga rasanya lebih manis. Tetapi ingat jangan sampai berlebihan dalam menahan air pada tanaman sehingga menyebabkan gugur bunga/pentil buah atau bahkan layu dan mati.

Demikianlah beberapa tips pemeliharaan tanaman tomat yang baik agar menghasilkan buah tomat yang banyak dan lebat. Anda bisa mendapatkan dan membaca tips cara merawat tanaman tomat yang baik di internet berulang-ulang, tetapi itu tidak akan berarti banyak jika anda tidak memulainya sekarang. Sebaik-baiknya teknik adalah teknik hasil pengalaman trial error sendiri, oleh karena itu jangan ragu untuk mencoba teknik-teknik lain yang mungkin sedikit bersimpangan dengan aturan lazim.

Terima kasih sudah mampir di lintangsore.com dan berkenan membaca artikel cara budidaya tanaman tomat ini. Anda bisa memanfaatkan kolom komentar di bawah postingan ini untuk memberikan saran atau berbagi pengalaman anda. Semoga ada manfaat yang bisa didapat. Salam.

Sumber:
http://www.lintangsore.com/2016/05/8-tips-sukses-budidaya-tanaman-tomat.html


Baca artikel selengkapnya....

Monday, June 19, 2017

Peluang Investasi Budidaya Kerapu Skala Kecil

Latar Belakang
Ikan kerapu (Groupers) merupakan salah satu jenis ikan laut bernilai ekonomis tinggi yang terdapat di perairan Indonesia. Tingginya harga komoditas ini juga karena ketersediaannya di alam bebas mulai berkurang. Di Indonesia, dewasa ini kegiatan perikanan ikan kerapu semakin digalakkan sejalan dengan bertambahnya permintaan ikan kerapu, baik untuk memenuhi dalam negeri khusunya dalam melayani permintaan hotel-hotel dan restoran bertaraf internasional, maupun sebagai komoditas ekspor yang akhir-akhir ini semakin besar permintaannya dalam bentuk hidup. Negara tujuan ekspor kerapu adalah Hongkong, Taiwan, China, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, Filipina, USA, Australia, Singapura, Malyssia dan Perancis (Anonim, 2011).

Sedikitnya ada tiga alasan mengapa ikan kerapu perlu dikembangkan sebagai komoditas unggulan di Indonesia yaitu :
  • Kerapu merupakan komoditi perikanan yang memiliki peluang ekspor yang sangat menarik yang selama ini belum dimamfaatkan secara penuh.
  • Pertumbuhan bisnis kerapu secara keselurtuhan diharapkan akan membawa dampak peningkatan devisa Negara dan kesejahteraan lapisan bawah masyarakat yang hidup dengan mata pencarian bidang perikanan.
  • Modernisasi penangkapan dan budidaya ikan kerapu akan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan laut khususnya rusaknya terumbu karang.

Alasan tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya pengembangan perikanan ikan kerapu yang nantinya diharapkan tidak hanya memberikan dampak terhadap sektor perikanan secara luas mel;ainkan juga terhadap pengembangan wilayah, pariwisata dan pemberdayaan masyarakat. Sebagai tindak lanjut dari tekad tersebut maka pengembangan ikan kerapu melalui budidayanya merupakan bisnis yang menjanjikan.

Berbudidaya Ikan Kerapu
Beberapa jenis ikan kerapu alam di Indonesia adalah: kerapu tikus/bebek, kerapu pasir, kerapu macan, kerapu lumpur, kerapu sunu, kerapu kertang. Setiap ikan kerapu memiliki keunggulan dan kelemahan yang berbeda. Saat ini telah dikembangkan beberapa jenis kerapu hibrida hasil dari perkawinan silang dari dua atau lebih jenis kerapu, hal ini bertujuan untuk meciptakan ikan kerapu jenis baru yang memiliki keunggulan dan dapat dibudidayakan di keramba jaring apung.

Ikan kerapu alam dan hibrida yang marak dibudidayakan di Indonesia adalah: kerapu lumpur, kerapu tikus/bebek, kerapu macan, kerapu cantik (persilangan kerapu macan dan tikus), kerapu cantang (persilangan kerapu macan dan kertang), kerapu sirtang (persilangan kerapu pasir dan cantang).

Dari enam jenis kerapu yang dibudidayakan, kerapu cantang dan kerapu cantik lah yang dominan. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki masa budidaya yang relative pendek, sehingga dirasa lebih menguntungkan bagi pembudidaya ikan kerapu di KJA.

Di Kabupaten SItubondo, Jawa Timur, tercatat ada sekitar 43 pembudidaya ikan kerapu dan terdapat sedikitnya 4000 lobang produksi di keramba jarring apung. Sehingga Kabupaten SItubondo saat ini telah dikenal sebagai penghasil kerapu terbanyak di Indonesia.

Hal ini diperkuat dengan adanya pengembangan bibit ikan kerapu secara massal oleh BBAP Kabupaten Situbondo.


Investasi
Ada dua biaya utama yang dibutuhkan untuk berbudidaya ikan kerapu di keramba jarring apung, pertama yaitu biaya pembuatan keramba jarring apung. idealnya sebuah keramba jarring apung harus memiliki rumah jaga. Selain sebagai tempat berlindung penjaga KJA, rumah jaga juga dapat berfungsi untuk tempat menyimpan peralatan operasional budidaya. Masa manfaat dari KJA ini adalah sekitar 5 tahun.

Berikut perkiraan biaya pembuatan keramba jaring apung, dengan 16 lobang produksi dan 1 rumah jaga.


Berdasarkan perhitungan tersebut, nilai penyusutan KJA pertahunnya adalah 20% dari Rp 58.220.000,-. Atau sebesar Rp11.644.000,-

Kedua,merupakan biaya variable yang terdiri dari biaya operasional budidaya. Berikut perkiraan biaya operasional budidaya ikan kerapu Cantang dalam 1 siklus dengan asumsi: ukuran bibit ikan adalah 12 cm, ikan dipanen pada ukuran 0,65 kg, durasi budidaya yang dibutuhkan hanya 6 bulan, proses budidaya dilakukan sendiri, sehingga tidak mengeluarkan biaya untuk membayar karyawan, jaga malam di keramba dilakukan oleh 1 orang dan di bayar secara bulanan.



Pendapatan

Secara sederhana, perkiraan hasil yang diperoleh dari budidaya ikan kerapu Cantang, dengan asumsi tingkat kematian ikan sebesar 30% , harga jual ikan per kilogram sebesar Rp 95.000,- dan ukuran ikan saat panen adalah 0,65 kg per ekor, adalah sebagai berikut :



Sumber:
http://www.upacaya.com/project/peluang-investasi-budidaya-kerapu-skala-kecil/


Baca artikel selengkapnya....

Wednesday, July 20, 2016

Cara Menanam Terong/terung Yang Baik Dan Benar

Terong atau Terung (Eggplant, Solanum melongena) adalah jenis tanaman yang hidup di daerah tropis. Tanaman yang berasal dari India dan Sri Lanka ini, masih satu famili dengan tomat dan kentang. Kandungan gizi yang terdapat pada terung bisa dibilang cukup tinggi, meliputi protein, kalsium, besi, fosfor, lemak, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Terung sangat baik untuk dikonsumsi, karena memiliki kadar kalium yang tinggi sekitar 217 mg/100 gr. Kalium sendiri sangat penting bagi sistem saraf dan kontraksi otot. Sedang untuk kandungan serat pada terung, sekitar 2,5 gr per 100 gram, karena itu, terung sangat baik untuk pencernaan.

Terung memiliki berbagai macam jenis. Di antara jenis-jenis terung yang ditanam di Indonesia, beberapa diantaranya adalah: terung gelatik yang sering dipakai untuk lalapan, terung Medan yang memiliki buah bulat panjang berukuran mini, terung craigi dengan buah yang bulat panjang ujung meruncing, terung Jepang dengan bentuk buah bulat dan panjang silindris, terung Kopek dengan buah yang panjang, terung Bogor dengan bentuk buah bulat besar berwarna keputih-putihan, serta berbagai jenis terung yang lainnya.

Terung dapat hidup dengan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian 1-1.200 dpl dan suhu udara 22 – 30o C. Jenis tanah yang paling baik untuk tanaman terung adalah jenis lempung berpasir dengan pH antara 6,8 - 7,3, cukup subur, kaya akan berbagai bahan organik, dan memiliki aerasi serta drainase yang baik. Terung sangat cocok jika ditanam pada musim kemarau karena tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup.

Untuk membudidayakan tanaman terung agar memberikan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan, langkah-langkah berikut ini dapat dijadikan bahan rujukan:

1. Persemaian
Untuk memperoleh hasil yang optimal, benih terung sebaiknya berasal dari benih hibrida. Benih tersebut diperam dengan menggunakan kertas basah atau handuk lembab selama +/- 24 jam. Di saat yang sama, media semai kita persiapkan dengan cara mencampur tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1. Media tanam hasil campuran tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam polybag berukuran: tinggi ± 8 cm dan diameter 5 cm.

2. Pembibitan
Seperti penjelasan di atas, pembibitan dilakukan dengan merendam benih ke dalam air hangat selama 10 -15 menit. Benih tersebut kemudian dibungkus dengan kertas basah atau handuk basah atau gulungan kain basah untuk diperam selama + 24 jam, sebelum disebar di atas lahan persemaian, dan ditutup dengan menggunakan daun pisang/ penutup lainnya. Begitu benih mulai terlihat berkecambah, buka penutupnya, dan siram persemaian setiap pagi dan sore hari. Jika dibutuhkan, pada saat pembibitan tersebut dapat pula dilakukan penyemprotan pestisida. Benih siap untuk dipindah tanamkan jika sudah memiliki daun empat helai dengan umur sekitar 1 sampai dengan 1,5 bulan.

3. Persiapan Lahan
Dalam fase persiapan lahan terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan seperti ;

a. Membalik tanah, membalikan tanah yang akan digunakan untuk media tanam dengan menggunakan cangkul atau bajak agar lapisan tanah di bagian atas pindah ke bawah dan tanah lapisan bawah pindah ke atas.

b. Setelah lapisan tanah dibalik, lahan tanam kemudian diairi dengan cara menggenangi lahan tersebut secara merata selama 3-5 jam. Agar pembuatan bedengan lebih mudah, lakukan pembajakan untuk yang kedua kalinya.

c. Setelah dibajak, berikanlah pupuk dasar di atas lahan penanaman, sebanyak 15/kg pupuk kandang, dan 10 – 15 kg dolomit sebanyak untuk setiap 10 m2 lahan tanam. Dapat pula ditambahkan pupuk urea dengan dosis 2,5 kg, SP-36 3 kg, serta KCl 1,5 kg untuk setiap 10 tanaman. Pupuk NPK juga dapat diberikan dengan dosis 3 kg/10 tanaman.

d. Usai mencampur tanah dengan pupuk, selanjutnya dibuat bedengan–bedengan berbentuk single row (satu baris satu tanaman) dengan jarak tanam 75 cm.

Gambar ini menunjukkan bunga dari tanaman terong - sebentar lagi berubah jadi buah yang siap dipanen.

4. Penanaman
Buatlah lubang-lubang tanam pada bedengan sedalam 10-15 cm untuk menanam benih yang telah disemai selama 25 hari. Ciri-ciri bibit yang siap tanam adalah munculnya 3-4 lembar daun sempurna dengan ketinggian batang mencapai ± 7,5 cm. Lakukan penanaman pada sore hari setelah dilakukan penggenangan. Maksud dilakukannya penggenangan adalah untuk memudahkan pemindahan serta membantu tanaman dalam melewati masa adaptasi pertumbuhan awal.

Bibit yang telah dimasukkan ke dalam lubang selanjutnya ditekan pelan-pelan ke bawah seraya ditimbun dengan tanah yang ada di sekitar lubang sebatas pangkal batang. Siramlah lubang tanam hingga cukup basah (lembab). Agar bibit yang baru ditanam tersebut terbebas dari serangan hama, berikanlah insektisida.

5. Pemasangan Ajir (Turus)
Turus dibuat dari bambu/ kayu dengan tinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm. Turus ditancapkan di dekat batang, dan batang tanaman diikat pada turus tersebut agar memiliki kekuatan saat harus menanggung beban yang berat yang berasal dari buah terung yang kelak dihasilkan. Pemasangan turus dilakukan sedini mungkin agar tidak mengganggu sistem akar pada tanaman terung.

6. Pemeliharaan
Dalam fase pemeliharaan terdapat beberapa fase dan hal yang perlu diperhatikan, seperti ;

a. Penyiraman
Pada fase awal pertumbuhan dan pada cuaca kering, penyiraman harus dilakukan setiap hari, baik dengan cara menyiram batang tumbuhan maupun dengan memasukkan air ke lahan tanam selama beberapa jam. Jika memasukkan air ke lahan tanam atau direndam, tanah biasanya akan tetap basah selama 3 – 4 hari, kecuali tanah yang strukturnya mengandung banyak pasir.

b. Penyulaman
Penyulaman dilakukan terhadap tanaman yang mati, terserang hama penyakit, atau pertumbuhannya menjadi tidak normal seperti biasanya. Untuk melakukan penyulaman bisa dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari.

c. Penyiangan
Untuk menghilangkan gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman dapat dilakukan penyiangan dengan cara dicabut. Penyiangan dilakukan minimal dua kali, yakni ketika tanaman berumur 15 hari serta 60-75 hari setelah tanam.

d. Pemupukan
Pemberian pupuk susulan dilakukan saat tanaman berumur 21 hari setelah tanam dengan menggunakan pupuk ZA 2.5 – 3 gram, SP-36 2.5 – 3 gram, KCl 1-1.5 gram untuk setiap tanaman. Pupuk diletakkan di pinggir tanaman dengan jarak dari pangkal batang sejauh 10 cm. Pemberian pupuk susulan kedua dilakukan pada 50 hari setelah tanam dengan menggunakan NPK Grand S-15 dosis 8-10 gram pertanaman. Setelah panen yang kedua, pemupukan kembali dilakukan dengan masih tetap menggunakan NPK Grand S-15 dosis 10 gram pertanaman.

e. Perawatan Lainnya
Selama masa pemeliharaan, lakukan pula pemangkasan atau perempelan pada tunas-tunas liar yang tumbuh di ketiak daun pertama sampai bunga pertama guna merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru serta bunga.

7. Masa Panen
Ketika umur tanaman 30 hari setelah tanam atau 15 – 18 hari setelah munculnya bunga, tanaman terung sudah bisa dipanen untuk pertama kalinya. Ciri-ciri dari terung yang siap panen adalah:
- Memiliki warna buah mengkilat,
- Daging belum terlalu keras,
- Berukuran sedang (tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil).

Buah terung dapat dipanen seminggu dua kali, sehingga dalam satu musim total pemanenan dapat dilakukan 8 kali. Setiap tanaman biasanya berpotensi untuk menghasilkan buah sekitar 21 buah. Pasca pemanenan ke delapan terkadang masih ada tanaman yang menghasilkan buah, namun produktifitasnya mulai turun baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya.

Sumber:
http://www.kebunpedia.com/threads/cara-menanam-terong-terung-yang-baik-dan-benar.5075/


Baca artikel selengkapnya....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Para Sahabat

Total Visitors

Histats

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP