Tuesday, August 5, 2014

Budidaya Kacang Panjang

SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman tumbuh baik pada tanah Latosol / lempung berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan drainasenya baik, pH sekitar 5,5-6,5. Suhu antara 20-300C, iklimnya kering, curah hujan 600-1.500 mm/tahun dan ketinggian optimum kurang dari 800 m dpl.

PEMBIBITAN
- Benih yang baik dan bermutu adalah daya kecambah tinggi di atas 85%, tidak rusak/cacat, tidak mengandung wabah hama dan penyakit. Keperluan benih untuk 1 hektar antara 15-20 kg.
- Benih langsung tanam pada lubang tanam yang sudah disiapkan.

PENGOLAHAN MEDIA TANAM
- Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak hingga tanah menjadi gembur.
- Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 60-80 cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm dan jarak antara guludan 30-40 cm
- Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah dari 5,5 dengan dolomit sebanyak 1-2 ton/ha dan campurkan secara merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm:

TEKNIK PENANAMAN
- Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40 cm. Dan jarak tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm dan 30 x 60 cm.
- Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan, tetapi dapat saja sepanjang musim asal air tanahnya memadai.
Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, tutup dengan tanah tipis/dengan abu dapur.

PENYULAMAN
Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5 hari setelah tanam. Benih yang tidak tumbuh segera disulam.

PENYIANGAN
Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam, tergantung pertumbuhan rumput di kebun.

PEMANGKASAN / PEREMPELAN
Kacang panjang yang terlalu rimbun perlu diadakan pemangkasan daun maupun ujung batang. Tanaman yang terlalu rimbun dapat menghambat pertumbuhan bunga.

PEMUPUKAN
Dosis pupuk makro (per ha) sebagai berikut:
Dasar : Urea 50 kg, SP-36 75 kg, KCL 25 kg.
Umur 45 hari : Urea 50 kg, SP-36 25 kg, KCL 75 kg.
TOTAL : Urea 100 kg, SP-36 100 kg, KCL 100 kg.

Catatan : Atau sesuai rekomendasi setempat.
Pupuk diberikan di dalam lubang pupuk yang terletak di kiri-kanan lubang tanam. Jumlah pupuk yang diberikan untuk satu tanaman tergantung dari jarak tanam). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan.

PENGAIRAN
Pada fase awal pertumbuhan benih hingga tanaman muda, penyiraman dilakukan rutin tiap hari. Pengairan berikutnya tergantung musim.

PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT
a. Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
Gejala: terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal batang terjadi perakaran sekunder dan membengkak.
Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman yang bukan dari famili kacang-kacangan.
b. Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
Gejala: pertumbuhan terlambat karena hama mengisap cairan sel tanaman dan penurunan hasil panen. Kutu bergerombol di pucuk tanaman dan berperan sebagai vektor virus.
Pengendalian: dengan rotasi tanaman dengan tanaman bukan famili kacang-kacangan.
c. Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
Gejala: daun berlubang dengan ukuran tidak pasti, serangan berat di musim kemarau, juga menyerang polong.
Pengendalian: dengan kultur teknis, rotasi tanaman, penanaman serempak,
d. Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur sampai 90%.
Pengendalian: dengan membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benih kacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.
e. Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong.
Pengendalian: dengan rotasi tanaman dan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman.
f. Penyakit Antraknose ( jamur Colletotricum lindemuthianum )
Gejala serangan dapat diamati pada bibit yang baru berkecamabah, semacam kanker berwarna coklat pada bagian batang dan keping biji.
Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perlakuan benih sebelum ditanam.
g. Penyakit mozaik ( virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV).
Gejala: pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak beraturan. Penyakit ditularkan oleh vektor kutu daun.
Pengendalian: gunakan benih sehat dan bebas virus, semprot vector kutu daun dan tanaman yang terserang dicabut dan dibakar.
h. Penyakit sapu ( virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus.)
Gejala: pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek, tunas ketiak memendek dan membentuk "sapu". Penyakit ditularkan kutu daun.
Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit mosaik.
i. Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum )
Gejala: tanaman mendadak layu dan serangan berat menyeabkan tanaman mati.
Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati.

PANEN DAN PASCA PENEN
- Ciri-ciri polong siap dipanen adalah ukuran polong telah maksimal, mudah dipatahkan dan biji-bijinya di dalam polong tidak menonjol
- Waktu panen yang paling baik pada pagi/sore hari. Umur tanaman siap panen 3,5-4 bulan
- Cara panen pada tanaman kacang panjang tipe merambat dengan memotong tangkai buah dengan pisau tajam.

Sumber:
http://epetani.pertanian.go.id/budidaya/budidaya-kacang-panjang-7913


Baca artikel selengkapnya....

Monday, August 4, 2014

Bisnis Tikus Putih?

Kebanyakan dari kita segan dan takut bersinggungan dengan tikus. Hewan pengerat tersebut kadung mendapat cap miring, mulai dari perusak barang hingga agen penyebar penyakit meski sesungguhnya cap itu lebih mengarah kepada tikus rumah yang berwarna abu-abu. Lantas bagaimana dengan tikus putih? Seorang kawan yang bekerja di laboratorium farmasi seringkali kesulitan memperoleh tikus putih untuk hewan percobaan. Untuk menguji toksisitas subkronik suatu bahan sediaan, misalnya, membutuhkan hingga 180 tikus. Tikus putih memang diperlukan sebagai hewan percobaan lantaran harganya murah dan mudah ditangani.

Bagaimana bisnisnya? Sejatinya kebutuhan tikus putih cukup besar. Saat ini penyerap tikus putih tersebut masih didominasi pehobi penggemar reptil. Sasongko di Bogor, Jawa Barat, misalnya, memerlukan 3—5 ekor tikus per pekan untuk 2 ular pythonnya. Harga belinya Rp5.000/ekor. Sisanya adalah mahasiswa dan dosen farmasi, kedokteran, atau biologi yang memang memerlukan tikus putih sebagai hewan percobaan. Namun sebagai hewan percobaan ada syarat mutlak yang mesti dipenuhi.

Tikus putih untuk percobaan harus berasal dari peternak yang mengantongi sertifikat. Sayang, di Indonesia lembaga yang berwenang memberikan sertifikasi itu belum ada. Sebagai gambaran tikus percobaan diwajibkan memenuhi persyaratan kesehatan, bobot, dan tingkat keseragaman tinggi. Itu menyangkut budidaya seperti kebersihan kandang, perawatan, dan pakan.

Tengoklah Puslitbang Biomedis dan Farmasi Badan Litbang Departemen Kesehatan yang memasok tikus-tikus percobaan ke banyak lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Mereka menempatkan tikus putih dalam ruangan superbersih. Ruangan itu dilengkapi kandang-kandang berukuran 35 cm x 35 cm x 25 cm terbuat dari aluminium yang berjejer rapi. Suhu ruangan dibuat stabil pada 25 derajat celcius.

Ruangan, termasuk kandang dibersihkan 2 kali seminggu. Sebagai alas kandang digunakan serutan kayu. Tikus-tikus yang terdiri dari strain wistar dan sprague-dawley itu diberi pakan buatan yakni campuran beras, kacang kedelai, kacang tanah, skim milk powder kualitas tinggi, minyak kelapa, garam dapur, tepung tulang, vitamin, dan mineral. Pakan itu mengandung 19,4% protein, lemak 9,1%, dan 370 kalori energy. Wajar dengan perlakuan itu harga tikus percobaan dapat Rp30.000/ekor.

Dari hitung-hitungan secara ekonomis usaha beternak tikus putih cukup menguntungkan. Dengan 100 pasang indukan mencit setiap bulan akan didapat omzet Rp5.250.000. Dari 100 indukan terdiri dari 75 betina dan 25 jantan Setiap 3 betina dipasangkan dengan 1 jantan dalam wadah plastik. Jika dipelihara intensif setiap tiga bulan menghasilkan anakan 8—12 ekor per induk. Induk yang berbobot 20—25 g itu diapkir setelah 2 kali beranak.

Analisa Usaha Beternak Tikus Putih

Spesifikasi

Tikus putih dengan jumlah indukan 100 ekor, lama pengusahaan 6 bulan, 2 kali periode anakan, luas ruangan 6 meter persegi, produksi: anakan umur 3 bulan, dan harga jual Rp3.500/ekor

I. Investasi
Rumah ternak Rp3.000.000
Rak besi sepanjang 2 meter Rp2.000.000
Kandang plastik 200 buah@ Rp8.000 Rp1.600.000
Perlengkapan kandang 200 buah Rp 400.000
Total investasi Rp7.000.000

II. Biaya produksi
Indukan 100 ekor @ Rp4.000 Rp 400.000
Penyusutan rumah ternak Rp 300.000
Penyusutan rak Rp 160.000
Penyusutan perlengkapan kandang Rp 100.000
Tenaga kerja Rp1.200.000
Pakan 300 kg @ Rp4.000 Rp1.200.000
Obat-obatan Rp 200.000
Listrik Rp 200.000
Total biaya produksi Rp3.760.000

III. Pendapatan
1.500 ekor x Rp3.500/ekor Rp5.250.000

IV. Keuntungan
Rp5.250.000 – Rp3.760.000 Rp1.490.000

V. Pertimbangan usaha

1. BEP (Break Even Point)
BEP untuk harga produksi
BEP = Rp3.760.000 : 1.500 ekor = Rp2.507/ekor. Dengan produksi sebanyak 1.500 ekor, titik balik modal tercapai jika harga mencit umur 3 bulan Rp2.507/ekor
BEP untuk volume produksi
BEP = Rp3.760.000 : Rp3.500/ekor = 1.074 ekor. Dengan harga jual Rp3.500/ekor, titik balik modal tercapai jika jumlah anakan yang dihasilkan sebanyak 1.074 ekor.

2. B/C (Perbandingan Penerimaan dan Biaya)
B/C = Rp5.250.000 : Rp3.760.000 = 1,4. Setiap penambahan biaya Rp1 untuk beternak mencit akan diperoleh penerimaan Rp1,4.

3. NPV (Net Present Value)
NPV = Rp5.250.000 x 1/(1 + 0,0083)6 = Rp5.000.000. Dengan asumsi bunga bank 10% per tahun, penerimaan yang akan diperoleh 6 bulan kemudian senilai Rp5.000.000.

Sumber :
http://www.bebeja.com/bisnis-tikus-putih/


Baca artikel selengkapnya....

Saturday, August 2, 2014

Tips Dan Cara Budidaya Udang Vannamei Dari Ahlinya

Banyak orang terutama di indonesia memulai dengan berbisnis. Dari kalangan remaja, ibu-ibu, bapak, dan adek-adek, tidak ada batasan umur kita dalam memuai bisnis. Ada banyak cara berbisnis yang bisa kita geluti, mulai dari bisnis investasi, properti, ukm, makanan,bisnis online atau sampai dengan budidaya.

Ya..!!! budidaya merupakan salah satu bidang bisnis yang sangat cocok di kalangan masyarakat indonesia. Disamping daerah tanah yang masih luas juga tanah yang ada di indonesia sangat subur. Budidaya yang menjadi salah satu pilihan yang bagus adalah budidaya udang vaname.

Budidaya udang vaname adalah budidaya jenis udang yang banyak mengandung manfaat bagi tubuh kita. Udang jenis ini banyak sekali kita temukan di pasar atau yang lainnya. Biasanya tengkulak sudah lebih dulu memesan udang panen untuk di jual kembali ke pabrik dan di ekspor ke luar negeri khususnya wilayah asia.

Jika anda ingin memulai membudidayakan udang vaname, silahkan membaca tips-tips membudidayakan udang vaname dari ahlinya berikut:

1. Anda harus memilih bibit udang yang berkualitas, Ciri-ciri dari udang berkualitas yaitu anakan udang yang lahir pertama dari indukannya. Biasanya orang-orang langsung membeli bibit dari lembaga pertanian setempat.
2. Sesuaikan ukuran lahan dengan jumlah bibitan yang akan di budidayakan. Biasaya ukuran lahan 1 ha bisa anda isi dengan 20 ribu bibit.
3. Berikan pompa oksigen pada air untuk mempercepat pertumbuhan udang. Atau anda bisa memberi goyangan pada air dengan desel atau alat seperti baling-baling.
4. Pada waktu bibit di taruh ke lahannya anda tidak harus memberi pakan langsung, karena biasanya udang masih bisa mencari makanan seperti benur yang ada pada lahan.
5. Setelah usia 1 bulan anda harus memberikan pakan secara teratur karena pada masa 1 bulan biasanya pertumbuhan udang vaname sangat cepat oleh karena itu anda di anjurkan memberi pakan yang banyak untuk mempecepat pertumbuhan udang.
6. Perhatikan airnya, semakin banyak air semakin baik karena semakin banyak air bisa di analogikan semakin banyak kadar oksigen dalam air.
7. Udang vaname denga umur 2 bulan sudah bisa di panen. biasaya harga mencapaii 20 ribu sampai 40 ribu rupiah per kilo tergantung ukuran udang vaname tersebut.
8. Omset yang bisa di dapatkan dalam masa 2 bulan dan jumlah bibitan 20.000 bisa mendapatkan 8 juta sampai dengan 15 juta rupiah.
9. Anda juga bisa mengirim ke berbagai restoran yang mempunyai menu udang. Biasanya jika anda bisa mengirim ke restoran-restoran, harga udang vaname jauh lebih mahal dari pada tengkulak biasa.

Jika anda ingin memulai budidaya udang vaname, disarankan anda langsung mengunjungi tempat budidaya udang vaname supaya mendapatkan informasi yang lebih akurat.

http://update-bisnis.blogspot.com/2013/12/tips-dan-cara-budidaya-udang-vaname.html


Baca artikel selengkapnya....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Para Sahabat

Total Visitors

Histats

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP