Thursday, September 25, 2014

Mudahnya Perbanyak Puring

Puring yang saat ini mulai diperhitungkan sebagai tanaman hias yang punya potensi dan penggemar yang luas ternyata mampu melakukan perbanyakan dengan mudah. Dari batang keras yang dimiliki, metode stek dan cangkok menjadi yang paling mudah untuk dilakukan. Selain punya waktu yang relatif singkat hasil perbanyakan juga 100 % sama dengan indukan.

Tanaman hias dengan batang keras seperti halnya puring memang bisa tumbuh dengan mengandalkan penyerubukan alami. Namun butuh waktu yang cukup lama dan juga biji yang dihasilkan tidak bisa stabil kadang banyak dan sedikit. Dan yang utama hasil anakan dari biji punya kemungkinan besar tidak sama dengan indukan.

Dari model penyerbukan normal yang butuh waktu lebih lama lama ini sekarang banyak ditinggalkan oleh petani dan juga pengusaha tanaman hias. Pasalnya semakin lama perbanyakan tentu semakin lama keuntungan yang bisa diambil. Jadi cara tercepat dan teraman yang akan diambil dengan model cangkok maupun stek.

Cara kerja stek maupun cangkok sebenarnya adalah menumbuhkan akar sebagai serapan nutrisi pada bagian yang diinginkan. Metode ini hampir semua tanaman yang mempunyai batang keras atau berkayu bisa melakukannya namun dengan karakter yang berbeda.

Agus Choliq Pemilik Krokot Nursery yang mengkoleksi puring mengakui menggunakan metode stek dan cangkok dalam melakukan perbanyakan tanamannya. Sedangkan untuk penyerbukan alami dirinya melakukan hanya untuk proses penyilangan. Harapannya bisa menghasilkan satu jenis baru yang baik. Dengan naiknya pamor puring saat ini otomatis proses perbanyakan harus lebih cepat dan evisien sebagai konsekuensi permintaan pasar yang meningkat.

Puring yang mempunyai batang keras mempunyai karakter yang berbeda dengan tanaman lainnya dengan karakter batang lunak. Bila di sejajarkan maka perbanyakan puring sama dengan tanaman yang sering kita lihat di sekitar kita dan yang paling mudah di dapatkan adalah tanaman buah. Berikut kami berikan dua alternatif tips dan trik perbanyakan puring.

Metode Stek Lebih Cepat

Metode stek merupakan cara yang paling mudah untuk dilakukan sebab tidak perlu persiapan yang panjang selain itu alat yang digunakan juga tidak terlalu rumit.
1. Siapkan peralatan yang terdiri dari gunting tanaman, pisau, plastik penutup, tali plastik, pot dan media tanam.
2. Siapkan media tanam dengan campuran pasir, dengan humus bambu.
3. Pilih batang puring yang sudah terlihat tua untuk dipotong. Cirinya cukup mudah perhatikan kulit bila sudah berwarna cokelat seperti kulit kayu berarti batang sudah siap di stek.
4. Potong dengan menggunakan gunting tanaman yang sudah dibersihkan. Hindari pengunaan pisau sebab batang punya struktur yang keras dan mengandung kayu.
5. Setelah terpisah jangan lupa untuk untuk menutup luka di pohon indukan dengan fungisida.
6. Bila daun terlihat rimbun potong di bagian bawah dengan menyisakan sekitar 5-7 daun. Tujuannya untuk mengurangi penguapan yang harus di jaga selama proses stek.
7. Ikat sisa daun mengarah keatas dan tutup dengan plastik untuk mengurangi penguapan.
8. Rendam potongan bawah dalam larutan perangsang akar sekitar 15-20 menit.
9. Masukkan dalam media tanam dengan urutan stylofoam/gabus bisa juga dengan menggunakan pecahan genting, selanjutnya masukkan pasir hingga setengah pot. Setelah itu masukkan potongan stek.
10. Lapisan atas gunakan campuran pasir dengan humus bambu hingga penuh.
11. Tekan media tanam hingga batang bisa berdiri tegak.
12. Siram media tanam dengan menggunakan sisa air perangsang akar.
13. Tempatkan ditempat teduh.

Tanda berhasilnya proses stek bisa dilihat dari kondisi daun selama satu hingga dua minggu. Bila terlihat tetap segar bahkan tumbuh tunas baru berarti stek berhasil dan tutup plastik bisa dilepas. Cara stek ini mempunyai kelebihan cepat dan mudah namun keberhasilan proses ini masih mempunyai keberhasilan hingga 90%. Jadi masih ada kemungkinan 10 persen tidak berhasil.

Untuk meminimalkan kegagalan usahakan saat melakukan pemotongan stek dipastikan pohon dalam keadaan sehat. Selain itu batang juga harus sudah tua supaya pertumbuhan akar bisa maksimal. Yang tak kalah penting adalah untuk menjaga kelembaban dengan menempatkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari.

Cara Cangkok Lebih Aman
Cara kedua yang bisa dilakukan adalah dengan cangkok. Cara ini punya keberhasilan lebih besar dari pada model stek sebab akar di rangsang sebelum batang di potong. Namun beberapa nursery menganggap cara ini jauh lebih merepotkan.
1. Pilih batang yang sudah tua dengan warna cokelat. Usahkan batang yang dipilih lebih tua dari metode stek
2. Siapkan pisau tajam, plastik, media tanam, dan tali plastik.
3. Kupas kulit batang sekitar 3-4 cm untuk tempat media tanam cangkok.
4. Masukkan media tanam yang terdiri dari humus daun dan bungkus dengan plastik
5. Lubangi plastik untuk memberikan sirkulasi udara
6. Siram media cangkok untuk menjaga kelembaban tanaman jadi jaga agar tidak kering
7. Bila akar sudah terlihat lepas media tanam dan potong batang.
8. Masukan dalam pot urutan sama dengan model stek.

Metode cangkok ini lebih aman sebab saat dipisah dari indukan batang sudah mempunyai akar sehingga yang harus dijaga adalah kandungan nutrisinya. Namun cangkok memang punya waktu lebih lama dan batang yang dipilih harus lebih tua dari metode stek.
Sumber :
http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/02/20/mudahnya-perbanyak-puring/


Baca artikel selengkapnya....

Monday, September 22, 2014

Teknik dan Umpan Memancing Ikan Kerapu

Ikan kerapu sering disebut Grouper oleh orang bule ini merupakan salah satu jenis konsumsi dan sangat digemari oleh banyak orang karena rasanya lezat dan struktur dagingnya sangat lembut. Sehingga banyak sekali para pemancing menjadikan target sasaran utama untuk melampiaskan hasrat mancing mereka.

Cara jitu mancing ikan kerapu akan saya jelaskan pada artikel saya ini. Teknik memancingnya hampir sama dengan teknik mancing ikan kakap merah. Hanya tinggal penerapan di lapangan saja dimana tiap-tiap angler mempunyai fariasi berbeda-beda walaupun garis besarnya hampir sama.

Cara dan teknik mancing ikan kerapu sebagai berikut:

Untuk syarat pertama memancing kerapu adalah menentukan spot mancing yang benar.
Kerapu biasanya tinggal di bebatuan karang atau rumpon-rumpon buatan manusia. Selain itu dia juga suka tinggal di tempat tertutup karena bersifat pendiam dan jarang sekali berburu mangsa kecuali benar-benar dalam keadaan lapar atau sedang ingin mempertahankan daerah teritorinya dengan cara menyerang musuhnya. Intinya jangan berharap kita mancing dengan target kerapu tapi kita mancingnya dilaut berstruktur dasarnya berupa hamparan pasir. Bisa juga di dasar laut berpasir mendapatkan kerapu, tapi kemungkinannya sangat kecil dibanding kita memancing di spot berupa karang, rumpon atau tonggak-tonggak. Khususnya daerah Jawa Tengah di Kepulauan Karimunjawa masih banyak sekali hamparan karang luas. Jadi sangat mudah sekali untuk memancing kerapu di Karimunjawa.

Umpan mancing ikan kerapu
Dalam membahas umpan mancing kerapu sebenarnya juga tidak susah. Ikan ini merupakan ikan rakus. Dia akan memakan apa saja di depannya yang menurut dia pantas dan layak untuk dimakan.
Irisan cumi, irisan tongkol dan irisan ikan apapun pasti dimakan kalau dia memang benar-benar lapar. Asalkan baunya amis pasti menggugah selera makannya. Untuk umpan live bait kita bisa menggunakan udang hidup, selar hidup, jenaha kecil, banyar dan masih banyak lagi umpan live bait kesukaannya.

Untuk lure dengan targat mancing kerapu, kita bisa menggunakan minnow berlidah panjang karena minnow dengan lidah panjang akan menyelam lebih dalam dan pasti bisa mendekati sarang atau rumah kerapu. Biasanya mancing kerapu dengan cara teknik casting bisa dilakukan secara landbase di pinggir laut dimana di sekirtnya terdapat batu-batuan atau karang.

Berikut beberapa contoh minnow untuk mancing target kerapu:
Banyak kejadian aneh yang sering terjadi seperti mancing dengan teknik trolling tapi mndapatkan strike kerapu. Hal ini bisa terjadi jika umpan trolling memiliki lidah panjang dan didukung dengan spot trolling yang tidak terlalu dalam. Terkadang juga ketika kita menggunakan pancing kotrek untuk mencari target ikan-ikan kecil justru dapat hasil ikan kerapu. Hal ini terjadi jika umpan kotrekan atau brandil kita terlalu rendah hingga mendekati dasar laut.

Bisa juga kita mancing ikan kerapu dengan menggunakan metal jig atau bisa juga menggunakan inchiku yang kita mainkan di sekitar sarangnya.

Fighting dengan ikan kerapu
Untuk mancing ikan dengan target ikan kerapu monster atau yang berukuran sangat besar kita dianjurkan untuk menggunakan umpan live bait yang berukuran lebih besar dari yang semestinya. Kalau kita sudah mengetahui jika spot yang kita tuju merupakan spot yang bagus dan dihuni ikan kerapu berukuran monster, langsung saja gunakan umpan live bait seperti contoh dengan ikan jenaha yang berukuran antara 1/4kg-1/2kg dengan cara dikaitkan ke mata pancing dan dikasih pemberat sesuai dengan arus laut yang terjadi ketika itu. Jika arus air bawah laut dalam keadaan mati, kita tidak perlu menambahkan pemberat supaya umpan live bait bisa menghasilkan action yang maksimal. Tapi jika arus bawah laut terlalu deras kita bisa menambahkan pemberat yang agak besar supaya umpan live bait tidak hanyut terbawa arus karena ikan besar pasti hanya menunggu mangsa di depan sarangnya. Kalau umpan kita tidak tepat di depan matanya, dia tidak akan memakannya. Terkadang umpan sudah di depan matanya tetapi ikan tersebut tidak mau menyambar umpan kita.
Ikan kerapu memiliki tenaga yang sangat kuat ketika terjadi awal strike. Karena struktur tubuhnya yang agak bulat sehingga sangat terasa berat sekali ketika kita mendapatkan perlawanan ikan kerapu saat terjadi strike. Pada detik-detik pertama strike ikan kerapu, itu sangat menentukan apakah kita bisa menyelesaikan perlawanan itu atau tidak. Jika umpan kita dimakan ikan kerapu kemudian dia menggeret umpan masuk ke dalam sarang atau rumahnya maka sangat sulit bagi kita untuk dapat mengeluarkan ikan kerapu dari sarangnya. Ikan kerapu memiliki ekor yang sangat kuat, sehingga ketika kita fight gengan ikan kerapu yang sudah membawa masuk umpan kita ke dalam sarangnya, dia akan pegangan sangat kuat ke sarangnya dengan menggunakan ekornya dengan cara membengkokkan ekornya.

Untuk mengatasi hal itu perlu adanya kesabaran dari seorang angler. Bisa juga dengan cara ditunggu sampai ikan kerapu keluar lagi dari sarangnya. Bisa juga menunggu sampai ikan kerapu itu lemas dan melepaskan genggaman dari sarangnya. Biasanya seorang pemancing pemula langsung main hajar padahal posisi ikan kerapu sudah masuk ke dalam sarangnya. Hasilnya line akan banyak bergesekan dengan karang atau benda lain yang bersifat tajam yang akan mengakibatkan senar atau line putus. Pupus sudah harapan kita mendapatkan hasil ikan kerapu.

Ikan kerapu merupakan ikan yang sangat mudah terkena dekompresi. Jika kita fight dengan ikan kerapu kemudian kita hajar tanpa ampun, pasti dia akan mengalami dekompresi yang mengakibatkan lidahnya menjulur keluar dan matanya juga melotot keluar yang mengakibatkan dia tidak berdaya tanpa ada perlawanan sama sekali yang bisa mengakibatkan kematian bagi ikan kerapu. Hal ini terjadi ketika kita memancing di laut yang cukup dalam karena ada perbedaan tekanan air di setiap jarak kedalaman air laut.

Demikian telah saya jelaskan sedikit informasi menganai teknik ampuh dan jitu memancing ikan kerapu. Semoga info ini bisa bermanfaat bagi para mancing mania di Indonesia pada khususnya dan mancing mania di seluruh dunia pada umumnya.

SUMBER INFOMANCING :http://www.maslakon.com/


Baca artikel selengkapnya....

Tuesday, August 5, 2014

Budidaya Kacang Panjang

SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman tumbuh baik pada tanah Latosol / lempung berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan drainasenya baik, pH sekitar 5,5-6,5. Suhu antara 20-300C, iklimnya kering, curah hujan 600-1.500 mm/tahun dan ketinggian optimum kurang dari 800 m dpl.

PEMBIBITAN
- Benih yang baik dan bermutu adalah daya kecambah tinggi di atas 85%, tidak rusak/cacat, tidak mengandung wabah hama dan penyakit. Keperluan benih untuk 1 hektar antara 15-20 kg.
- Benih langsung tanam pada lubang tanam yang sudah disiapkan.

PENGOLAHAN MEDIA TANAM
- Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak hingga tanah menjadi gembur.
- Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 60-80 cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm dan jarak antara guludan 30-40 cm
- Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah dari 5,5 dengan dolomit sebanyak 1-2 ton/ha dan campurkan secara merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm:

TEKNIK PENANAMAN
- Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40 cm. Dan jarak tanam tipe tegak adalah 20 x 40 cm dan 30 x 60 cm.
- Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan, tetapi dapat saja sepanjang musim asal air tanahnya memadai.
Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, tutup dengan tanah tipis/dengan abu dapur.

PENYULAMAN
Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5 hari setelah tanam. Benih yang tidak tumbuh segera disulam.

PENYIANGAN
Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam, tergantung pertumbuhan rumput di kebun.

PEMANGKASAN / PEREMPELAN
Kacang panjang yang terlalu rimbun perlu diadakan pemangkasan daun maupun ujung batang. Tanaman yang terlalu rimbun dapat menghambat pertumbuhan bunga.

PEMUPUKAN
Dosis pupuk makro (per ha) sebagai berikut:
Dasar : Urea 50 kg, SP-36 75 kg, KCL 25 kg.
Umur 45 hari : Urea 50 kg, SP-36 25 kg, KCL 75 kg.
TOTAL : Urea 100 kg, SP-36 100 kg, KCL 100 kg.

Catatan : Atau sesuai rekomendasi setempat.
Pupuk diberikan di dalam lubang pupuk yang terletak di kiri-kanan lubang tanam. Jumlah pupuk yang diberikan untuk satu tanaman tergantung dari jarak tanam). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan.

PENGAIRAN
Pada fase awal pertumbuhan benih hingga tanaman muda, penyiraman dilakukan rutin tiap hari. Pengairan berikutnya tergantung musim.

PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT
a. Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
Gejala: terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal batang terjadi perakaran sekunder dan membengkak.
Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman yang bukan dari famili kacang-kacangan.
b. Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
Gejala: pertumbuhan terlambat karena hama mengisap cairan sel tanaman dan penurunan hasil panen. Kutu bergerombol di pucuk tanaman dan berperan sebagai vektor virus.
Pengendalian: dengan rotasi tanaman dengan tanaman bukan famili kacang-kacangan.
c. Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
Gejala: daun berlubang dengan ukuran tidak pasti, serangan berat di musim kemarau, juga menyerang polong.
Pengendalian: dengan kultur teknis, rotasi tanaman, penanaman serempak,
d. Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur sampai 90%.
Pengendalian: dengan membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benih kacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.
e. Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong.
Pengendalian: dengan rotasi tanaman dan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman.
f. Penyakit Antraknose ( jamur Colletotricum lindemuthianum )
Gejala serangan dapat diamati pada bibit yang baru berkecamabah, semacam kanker berwarna coklat pada bagian batang dan keping biji.
Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perlakuan benih sebelum ditanam.
g. Penyakit mozaik ( virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV).
Gejala: pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak beraturan. Penyakit ditularkan oleh vektor kutu daun.
Pengendalian: gunakan benih sehat dan bebas virus, semprot vector kutu daun dan tanaman yang terserang dicabut dan dibakar.
h. Penyakit sapu ( virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus.)
Gejala: pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek, tunas ketiak memendek dan membentuk "sapu". Penyakit ditularkan kutu daun.
Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit mosaik.
i. Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum )
Gejala: tanaman mendadak layu dan serangan berat menyeabkan tanaman mati.
Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati.

PANEN DAN PASCA PENEN
- Ciri-ciri polong siap dipanen adalah ukuran polong telah maksimal, mudah dipatahkan dan biji-bijinya di dalam polong tidak menonjol
- Waktu panen yang paling baik pada pagi/sore hari. Umur tanaman siap panen 3,5-4 bulan
- Cara panen pada tanaman kacang panjang tipe merambat dengan memotong tangkai buah dengan pisau tajam.

Sumber:
http://epetani.pertanian.go.id/budidaya/budidaya-kacang-panjang-7913


Baca artikel selengkapnya....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Para Sahabat

Total Visitors

Histats

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP