Wednesday, July 20, 2016

Cara Menanam Terong/terung Yang Baik Dan Benar

Terong atau Terung (Eggplant, Solanum melongena) adalah jenis tanaman yang hidup di daerah tropis. Tanaman yang berasal dari India dan Sri Lanka ini, masih satu famili dengan tomat dan kentang. Kandungan gizi yang terdapat pada terung bisa dibilang cukup tinggi, meliputi protein, kalsium, besi, fosfor, lemak, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Terung sangat baik untuk dikonsumsi, karena memiliki kadar kalium yang tinggi sekitar 217 mg/100 gr. Kalium sendiri sangat penting bagi sistem saraf dan kontraksi otot. Sedang untuk kandungan serat pada terung, sekitar 2,5 gr per 100 gram, karena itu, terung sangat baik untuk pencernaan.

Terung memiliki berbagai macam jenis. Di antara jenis-jenis terung yang ditanam di Indonesia, beberapa diantaranya adalah: terung gelatik yang sering dipakai untuk lalapan, terung Medan yang memiliki buah bulat panjang berukuran mini, terung craigi dengan buah yang bulat panjang ujung meruncing, terung Jepang dengan bentuk buah bulat dan panjang silindris, terung Kopek dengan buah yang panjang, terung Bogor dengan bentuk buah bulat besar berwarna keputih-putihan, serta berbagai jenis terung yang lainnya.

Terung dapat hidup dengan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian 1-1.200 dpl dan suhu udara 22 – 30o C. Jenis tanah yang paling baik untuk tanaman terung adalah jenis lempung berpasir dengan pH antara 6,8 - 7,3, cukup subur, kaya akan berbagai bahan organik, dan memiliki aerasi serta drainase yang baik. Terung sangat cocok jika ditanam pada musim kemarau karena tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup.

Untuk membudidayakan tanaman terung agar memberikan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan, langkah-langkah berikut ini dapat dijadikan bahan rujukan:

1. Persemaian
Untuk memperoleh hasil yang optimal, benih terung sebaiknya berasal dari benih hibrida. Benih tersebut diperam dengan menggunakan kertas basah atau handuk lembab selama +/- 24 jam. Di saat yang sama, media semai kita persiapkan dengan cara mencampur tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1. Media tanam hasil campuran tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam polybag berukuran: tinggi ± 8 cm dan diameter 5 cm.

2. Pembibitan
Seperti penjelasan di atas, pembibitan dilakukan dengan merendam benih ke dalam air hangat selama 10 -15 menit. Benih tersebut kemudian dibungkus dengan kertas basah atau handuk basah atau gulungan kain basah untuk diperam selama + 24 jam, sebelum disebar di atas lahan persemaian, dan ditutup dengan menggunakan daun pisang/ penutup lainnya. Begitu benih mulai terlihat berkecambah, buka penutupnya, dan siram persemaian setiap pagi dan sore hari. Jika dibutuhkan, pada saat pembibitan tersebut dapat pula dilakukan penyemprotan pestisida. Benih siap untuk dipindah tanamkan jika sudah memiliki daun empat helai dengan umur sekitar 1 sampai dengan 1,5 bulan.

3. Persiapan Lahan
Dalam fase persiapan lahan terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan seperti ;

a. Membalik tanah, membalikan tanah yang akan digunakan untuk media tanam dengan menggunakan cangkul atau bajak agar lapisan tanah di bagian atas pindah ke bawah dan tanah lapisan bawah pindah ke atas.

b. Setelah lapisan tanah dibalik, lahan tanam kemudian diairi dengan cara menggenangi lahan tersebut secara merata selama 3-5 jam. Agar pembuatan bedengan lebih mudah, lakukan pembajakan untuk yang kedua kalinya.

c. Setelah dibajak, berikanlah pupuk dasar di atas lahan penanaman, sebanyak 15/kg pupuk kandang, dan 10 – 15 kg dolomit sebanyak untuk setiap 10 m2 lahan tanam. Dapat pula ditambahkan pupuk urea dengan dosis 2,5 kg, SP-36 3 kg, serta KCl 1,5 kg untuk setiap 10 tanaman. Pupuk NPK juga dapat diberikan dengan dosis 3 kg/10 tanaman.

d. Usai mencampur tanah dengan pupuk, selanjutnya dibuat bedengan–bedengan berbentuk single row (satu baris satu tanaman) dengan jarak tanam 75 cm.

Gambar ini menunjukkan bunga dari tanaman terong - sebentar lagi berubah jadi buah yang siap dipanen.

4. Penanaman
Buatlah lubang-lubang tanam pada bedengan sedalam 10-15 cm untuk menanam benih yang telah disemai selama 25 hari. Ciri-ciri bibit yang siap tanam adalah munculnya 3-4 lembar daun sempurna dengan ketinggian batang mencapai ± 7,5 cm. Lakukan penanaman pada sore hari setelah dilakukan penggenangan. Maksud dilakukannya penggenangan adalah untuk memudahkan pemindahan serta membantu tanaman dalam melewati masa adaptasi pertumbuhan awal.

Bibit yang telah dimasukkan ke dalam lubang selanjutnya ditekan pelan-pelan ke bawah seraya ditimbun dengan tanah yang ada di sekitar lubang sebatas pangkal batang. Siramlah lubang tanam hingga cukup basah (lembab). Agar bibit yang baru ditanam tersebut terbebas dari serangan hama, berikanlah insektisida.

5. Pemasangan Ajir (Turus)
Turus dibuat dari bambu/ kayu dengan tinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm. Turus ditancapkan di dekat batang, dan batang tanaman diikat pada turus tersebut agar memiliki kekuatan saat harus menanggung beban yang berat yang berasal dari buah terung yang kelak dihasilkan. Pemasangan turus dilakukan sedini mungkin agar tidak mengganggu sistem akar pada tanaman terung.

6. Pemeliharaan
Dalam fase pemeliharaan terdapat beberapa fase dan hal yang perlu diperhatikan, seperti ;

a. Penyiraman
Pada fase awal pertumbuhan dan pada cuaca kering, penyiraman harus dilakukan setiap hari, baik dengan cara menyiram batang tumbuhan maupun dengan memasukkan air ke lahan tanam selama beberapa jam. Jika memasukkan air ke lahan tanam atau direndam, tanah biasanya akan tetap basah selama 3 – 4 hari, kecuali tanah yang strukturnya mengandung banyak pasir.

b. Penyulaman
Penyulaman dilakukan terhadap tanaman yang mati, terserang hama penyakit, atau pertumbuhannya menjadi tidak normal seperti biasanya. Untuk melakukan penyulaman bisa dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari.

c. Penyiangan
Untuk menghilangkan gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman dapat dilakukan penyiangan dengan cara dicabut. Penyiangan dilakukan minimal dua kali, yakni ketika tanaman berumur 15 hari serta 60-75 hari setelah tanam.

d. Pemupukan
Pemberian pupuk susulan dilakukan saat tanaman berumur 21 hari setelah tanam dengan menggunakan pupuk ZA 2.5 – 3 gram, SP-36 2.5 – 3 gram, KCl 1-1.5 gram untuk setiap tanaman. Pupuk diletakkan di pinggir tanaman dengan jarak dari pangkal batang sejauh 10 cm. Pemberian pupuk susulan kedua dilakukan pada 50 hari setelah tanam dengan menggunakan NPK Grand S-15 dosis 8-10 gram pertanaman. Setelah panen yang kedua, pemupukan kembali dilakukan dengan masih tetap menggunakan NPK Grand S-15 dosis 10 gram pertanaman.

e. Perawatan Lainnya
Selama masa pemeliharaan, lakukan pula pemangkasan atau perempelan pada tunas-tunas liar yang tumbuh di ketiak daun pertama sampai bunga pertama guna merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru serta bunga.

7. Masa Panen
Ketika umur tanaman 30 hari setelah tanam atau 15 – 18 hari setelah munculnya bunga, tanaman terung sudah bisa dipanen untuk pertama kalinya. Ciri-ciri dari terung yang siap panen adalah:
- Memiliki warna buah mengkilat,
- Daging belum terlalu keras,
- Berukuran sedang (tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil).

Buah terung dapat dipanen seminggu dua kali, sehingga dalam satu musim total pemanenan dapat dilakukan 8 kali. Setiap tanaman biasanya berpotensi untuk menghasilkan buah sekitar 21 buah. Pasca pemanenan ke delapan terkadang masih ada tanaman yang menghasilkan buah, namun produktifitasnya mulai turun baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya.

Sumber:
http://www.kebunpedia.com/threads/cara-menanam-terong-terung-yang-baik-dan-benar.5075/


Baca artikel selengkapnya....

Monday, July 18, 2016

Cara Budidaya SERAI di Kebun dan Halaman Rumah Agar Menguntungkan Bagi Petani Serta Pekebun

Masyarakat Indonesia baik yang tinggal di daerah pedesaan dan perkotaan pasti tidak asing lagi dengan tanaman serai?. Tanaman serai dalam bahasa jawa (baca:"Sereh") dengan nama ilmiah Cymbopogon citratus merupakan tanaman bumbu alami yang berasal dari anggota suku rumput-rumputan. Tanaman serai awalnya sangat banyak tumbuh liar di daerah hutan-hutan dan lereng gunung di wilayah pulau kalimantan dan sumatera mulai dari ujung Lampung hingga sepanjang Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) menuju utara pulau Sumatera hingga ke Aceh. Di provinsi Lampung sendiri, serai dan lada merupakan kombinasi tanaman bumbu yang banyak dibudidaya oleh masyarakat setempat.

Selain di Lampung, sentra budidaya dan penanaman serai banyak dilakukan di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, daerah Lombok, Maluku, Nusa Tenggara. Dengan cara bercocok tanam serai yang sangat mudah dan praktis, maka kini banyak sekali para petani yang berlomba-lomba membudidaya serai dengan harapan dapat memperoleh keuntungan secara finansial.

Budidaya serai dapat dilakukan dengan berbagai variasi penanaman seperti menggunakan pot, karung (kandi), wadah polybag, atau bahkan dapat ditanam di area lahan terbuka seperti di perkebunan, sawah, ladang, di halaman rumah, daerah perkantoran, taman-taman kota dan tempat pendidikan.

Manfaat Tanaman Serai

Tanaman serai banyak dimanfaatkan orang-orang Indonesia untuk berbagai keperluan, semisal untuk kepentingan bahan baku herbal alami yang digunakan dalam dunia kedokteran (medis), yakni mampu membantu menyembuhkan penyakit hipertensi dengan cara menurunkan darah secara periodik, sebagai obat sakit pinggang, keseleo, luka memar, dan lainnya. Pada beberapa kasus, seperti hewan unggas (itik, ayam, bebek) yang mengalami luka atau lumpuh dapat disembuhkan secara total dengan menggunakan umbi pada tanaman serai dengan cara menumbuk umbi serai sampai halus, kemudian balurkan ekstrak serai yang halus tersebut dengan cara ditempelkan pada bagian kaki yang lumpuh, dan beberapa minggu setelah perlakuan dijamin unggas akan sehat dan normal kembali (bisa berjalan). Hal semacam ini sudah penulis buktikan dengan menggunakan serai untuk menyembuhkan penyakit lumpuh pada itik yang pernah penulis miliki. Segudang manfaat lain seperti, umbi serai dapat dijadikan bumbu atau penyedap rasa masakan, menghilangkan bau anyir (amis) pada makanan jenis kerang-kerangan, ikan, udang, kepiting, bekicot lobster, dan hewan unggas maupun ternak yang amis.

Ciri-Ciri Tanaman Serai

Tanaman serai merupakan tumbuhan dari suku rumput-rumputan, dapat tumbuh bebas di daerah baik dataran tinggi maupun di dataran rendah. Tanaman serai mempunyai ciri-ciri yakni tanamannya mirip dengan rumput ilalang, akarnya dapat membesar membentuk umbi hingga sebesar jempol tangan orang dewasa, batang berupa terna/bukan batang sesungguhnya, termasuk tanaman dikotil, daun berbentuk pedang dengan ujungny lancip, daun berwarna hijau muda, daun menempel pada batang tidak sesungguhnya (batang terna), apabila tanaman sudah memiliki cukup umbi biasanya ditandai dengan terjadinya absisi (pengguguran daun) di bagian mendekati akarnya. Tanaman serai tidak memiliki bunga maupun buah, sehingga tanaman serai ini hanya mampu dikembangbiakan secara vegetatif yakni menggunakan tunas adventif pada akarnya.

Syarat Tumbuh Tanaman Serai

Layaknya tumbuhan lain, serai juga mempunyai syarat tumbuh tertentu. Syarat tumbuh serai yakni dapat ditumbuh-kembangbiakan pada daerah di dataran rendah maupun di dataran tinggi dengan ketinggian lahan mulai dari 100 - 1.000 meter di bawah permukaan air laut (mdpl). Jenis tanah yang cocok yakni tanah aluvial, lempung berpasir, tanah liat hitam-cokelat, tanah humus bekas pembakaran sampah organik & anorganik. Tingkat derajat keasaman tanah (pH) yang sesuai bagi pertumbuhan serai yakni pada rentang 5,5 - 6,5. Suhu yang baik bagi pertumbuhan tanaman serai yakni pada rentang suhu 22 - 32 derajat celcius, sebab apabila suhu terlalu rendah maka akan menghambat pertumbuhan serai, namun sebaliknya apabila suhu terlalu tinggi juga tidak baik karena akan membuat enzim yang ada pada tumbuhan mengalami denaturasi yaitu suatu kondisi dimana enzim tumbuhan mengalami kerusakan akibat suhu yang tidak sesuai, akibatnya tumbuhan akan terhambat pertumbuhan. Kelembaban udara yang baik bagi serai adalah 85%, dengan curah hujan 800 mm/tahunnya, dan pastikan bahwa tanaman serai mendapatkan suplai cahaya matahari cukup sepanjang harinya. Pemupukan secara organik menggunakan pupuk kandang/kompos akan jauh memberikan nilai positif bagi percepatan pertumbuhan umbi.

Cara Budidaya Serai di Kebun dan Halaman Rumah

Budidaya serai sangat mudah, sebab dapat dibudidaya pada berbagai kondisi lingkungan tertentu. Tanaman serai sangat tidak manja dan ngambekan, mampu ditanam pada berbagai jenis tanah meskipun kandungan unsur hara (nutrien) dalam jumlah kurang tercukupi, akan tetapi masih saja tetap menghasilkan umbi-umbi dengan ukuran bervariasi. Untuk menghasilkan panen serai yang menguntungkan, tentu faktor penanaman, serta perawatan adalah kunci utama yang harus diketahui oleh petani holtikultura untuk memperoleh hasil panen yang memadai dan berlimpah ruah. Ada beberapa kiat dalam membudidaya serai diantaranya yaitu proses penyiapan bibit serai, pengolahan tanah, penanaman serai, proses perawatan dasar tanaman, hingga pada tahap pemanenan serta pemasaran hasil panen. Mari simak pembahasan dari point-point tersebut di bawah ini.

1. Pemilihan Bibit Serai Yang Unggul
Pemilihan bibit serai yang unggul artinya bebas dari hama dan penyakit penyerang tanaman. Atau dapat dikatakan bibit serai harus nampak sehat, akar kuat, serta tidak terjadinya kecacatan pada organ tanaman serai. Cara memperoleh bibit serai yakni dengan mencabut beberapa rimpang umbi serai beserta batangnya, dan pastikan bahwa daunnya sudah dipotong, jadi hanya menyisakan batang dan umbinya. Sehari sebelum ditanam, bibit sebaiknya disiram sehari dua kali agar tidak layu, dan membuat tanaman agar nampak sehat ketika ditanam di lahan terbuka (sawah, kebun, ladang, dan lainnya).

2. Pengolahan Lahan Tanam Serai
Untuk pengolahan lahan perkebunan dan halaman rumah sebagai media tanam serai, sebaiknya dengan cara membuat lubang berbentuk persegi dengan ukuran panjang x lebar x tinggi berturut-turut yaitu 50 cm x 50cm x 60cm, dengan jarak tanam antar lubang tanam yaitu 120 cm (sesuaikan kebutuhan lahan). Lubang digali (dicangkul) dengan kedalam 60 cm, kemudian 1/3 (20 cm) dari kedalaman lubang tanam tersebut diberikan pupuk kandang kering/kompos . Sebaiknya gunakan pupuk kotoran ayam/itik/mentok karena akan jauh lebih bagus sebab mengandung mikronutrien seperti Oksigen, Nitrogen, Fosfor, dan lainnya yang mampu mempercepat laju pertumbuhan organ tanaman serai. Namun, penggunaan pupuk hewan ternak seperti sapi, kambing, kerbau, dan lainnya diperbolehkan saja, tidak masalah.

3. Penanam Serai Yang Baik dan Benar
Lubang tanam yang sudah diberi pupuk kandang/kompos dengan ketinggian 1/3 dari tinggi lubang, kemudian disiram dengan air sebanyak 2 Liter, biarkan selama 5 menit hingga air meresap pada pupuk kotoran ternak. Setelah 5 menit dan sudah dipastikan pupuk kandang mempunyai ketercukupan air, selanjutnya masukkan 2 ruas rimpang serai beserta batangnya ke dalam lubang tanam. Letakkan akar tanaman serai persis di atas pupuk kandang tadi, setelah itu kubur rimpang (akar umbi) serai dengan tanah galian yang ada di atasnya. Lalu siram kembali agar tanah di atas pupuk kandang kembali tercukupi kadar airnya.

4. Tata Cara Perawatan Dasar Tanaman Serai
Perawatan dasar pada tanaman serai terbilang cukup sederhana dan mudah dilakukan oleh siapapun. Karena perawatan yang baik dan telaten, akan mempengaruhi secara nyata hasil panen kelak. Oleh sebab itu, bagi petani sayuran tidak boleh meremehkan akan hal ini. Ada beberapa langkah dalam perawatan tanaman serai hingga berproduksi, meliputi:

Penyulaman:
Penyulaman dilakukan paling lambat 1 - 2 Bulan pertama sejak tanam bertujuan mengganti tanaman bibit serai yang telah rusak, mati, atau bahkan terserang Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sebelumnya; Penyulaman dilakukan dengan mengganti tanaman bibit serai yang baru dan telah dijamin bebas dari penyakit dan cacat organ.
Penyiangan:
Bertujuan memastikan serta membersihkan rumput-rumput liar (gulma) yang tumbuh di dekat tanaman serai. Penyiangan dilakukan dengan cara mengoret atau mencabut gulma. Apabila tanaman serai tidak dilakukan penyiangan, maka bisa saja akan ada perebutan unsur-hara (nutrisi organik) antara tanaman serai tersebut dengan gulma. Akibatnya pertumbuhan dan perkembangan serai terhambat. Akan tetapi beberapa petani holtikultur tidak terlalu menghiraukan akan tahap penyiangan ini, dan kebanyakan dari mereka membiarkan tanaman serainya ditumbuhi rerumputan, karena mereka dan beberapa riset (penelitian terdahulu) telah menganggap bahwa ada suatu zat kimia alelopati pada tanaman serai yang secara otomatis akan mampu membunuh rumput-rumput liar yang ada di sekitar tanaman serai. Namun sebagai antisipasi terhadap ketidakberesan dalam budidaya serai, sebaiknya tanaman tetap dijaga agar bersih dari gulma (jauh lebih baik);
Penyiraman:
Penanaman serai di lahan perkebunan dan halaman rumah sangat membutuhkan ketercukupan air yang memadai untuk mengatur keberlangsungan hidup tanaman serai. Penyiraman dilakukan dengan cara disiram per lubang tanamannya. Penyiraman dapat dilakukan secara tentatif (sesuai kebutuhan) apabila melihat tanah sudah mulai kering. Penyiraman bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah agar tetap stabil, serta air sebagai pelarut universal bagi tanaman agar kecepatan tumbuh serai semakin bagus dan terkendali baik;
Penggemburan tanah atau pendangiran:
dilakukan bersamaan saat pemupukan kedua atau pada saat pemupukan susulan beriktunya. Tujuan dari penggemburan tanah adalah untuk memperbaiki struktur aerasi di dalam tanah, sehingga kandungan oksigen di dalam tanah akan terjaga baik serta mampu mempermudah dalam proses penyerapan air, oksigen, beserta unsur hara ke akar dan bagian organ tanaman lainnya;
Pemangkasan:
Pemangkasan dilakukan dengan cara memangkas bagian daun tanaman serai yang sudah tua (berumur di atas 5 - 6 bulan pertama) dan pemangkasan kedua dilakukan pada umur tanaman 12 bulan.Tujuan pemangkasan ini adalah untuk memperoleh rimpang (umbi) tanaman serai yang melimpah ruah serta menguntungkan bagi petani dan pekebun ; Pemupukkan:
Teruntuk pemupukan tanaman serai yang ditanam secara monokultur di lahan terbuka (kebun, tegalan, di bawah pegunungan/lereng gunung, serta ladang), yakni dengan cara memberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang kering dari hewan ternak (sapi, kambing, kuda atau pupuk dari kotoran kerbau sebanyak 15 - 25 ton/ha lahan). Dapat juga tanaman serai diberikan pupuk buatan TSP 100 - 200 kg/ha diberikan sebelum tanam (diberikan pada masing-masing lubang tanam). Pupuk susulan berupa pupuk Urea 50 - 100 kg/ha, ZA 200 - 300 kg/ha, dan pupuk KCl 100 - 200 kg/ha diberikan sebanyak 3 kali pada umur 4, 8, dan 16 minggu setelah tanam.

5. Tahap Pemanenan Serai dan Pemasaran Hasil Panen
Tanaman serai biasanya dapat dipanen mulai umur 8 - 10 bulan sejak tanam awal. Namun kecepatan panen serai tergantung dari seberapa rutin proses perawatan yang diberikan terhadap tanaman ini. Serai dipanen dengan cara berkala, yakni mencabut beberapa saja bagian rimpang umbinya beserta batang. Kemudian serai diikat-ikat dengan tali rafia atau tali dari bambu, kemudian dijual dipasaran atau toko swalayan secara eceran.

Harga serai di pasaran, misalnya di pasar tradisional di kota Bandar Lampung dan di pasar Natar Lampung Selatan setelah di survey untuk satu ikat serai berisi sekitar 5 rimpang diberikan harga Rp. 4.500,00,- sampai dengan harga Rp. 5.100,00,-. Tentunya harga tersebut tidak sepenuhnya berlaku untuk wilayah dan pasar-pasar tradisional yang tersebar di Nusantara, Indonesia.

Jika Anda tertarik untuk membudidaya tanaman serai di lingkungan tempat Anda tinggal, tentu hal ini akan menjadi sesuatu yang positif, serta akan mampu menambah wawasan dan pengalaman dalam membudidaya tanaman serai. Bisa Anda coba mulai sekarang. Bagus.

Demikian informasi tentang: "Cara Budidaya Serai di Kebun dan Halaman Rumah Menguntungkan Petani", semoga apa yang sudah dijelaskan pada bagian di atas bermanfaat bagi Anda sebagai pembaca setia buletin pertanian dari situs web: guruilmuan.blogspot.com. Semoga bermanfaat, salam budidaya pertanian, mari menanam dan warnai Indonesia dengan tanaman holtikultur.


Baca artikel selengkapnya....

Thursday, November 26, 2015

Budidaya Tanaman Terong

Terung merupakan tanaman asli India dan Srilanka, dan satu famili dengan tomat dan kentang. Kandungan gizinya cukup tinggi, meliputi protein, lemak, kalsium, fosofr, besi, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Memiliki kadar kalium yang tinggi sekitar 217 mg/100 gr (kalium sangat penting bagi sistem saraf dan kontraksi otot, menjaga keseimbangan elektrolit tubuh), sedangka natrium rendah (3 mg/100 g). Dengan demikian buah terung sangat baik bagi kesehatan, yaitu untuk mencegah hipertensi. Kandungan serat terung sekitar 2,5 gr per 100 gram, sehingga sangat baik bagi pencernaan.

JENIS-JENIS TERUNG
Terung banyak macamnya antara lain terung gelatik yang sering disebut terung lalap, terung kopek dengan ciri buahnya yang panjang, terung craigi yang buahnya berbentuk bulat panjang ujung meruncing , terung jepang dengan buah bulat dan panjang silindris, terung medan yang buahnya bulat panjang dan berukuran mini, terung bogor yang bentuknya bulat besar berwarna keputih-putihan, dan masih banyak lagi jenis-jenis terung yang lainya.

SYARAT TUMBUH
Dapat tumbuh di dataran rendah tinggi
Suhu udara 22 – 30o C
Jenis tanah yang paling baik, jenis lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, aerasi dan drainase baik dan pH antara 6,8-7,3
Sinar matahari harus cukup
Cocok ditanam musim kemarau

PERSEMAIAN
Tanah persemaian dicampur pupuk kandang sebanyak 2 kg/m2
Sebar benih, tetapi jangan terlalu rapat
Tutup benih dengan tanah tipis, tutup dengan karung goni
Umur 10 – 15 hari pindahkan ke bumbunan daun pisang
Dibuat naungan dengan tinggi sebelah Timur 100 – 150 cm, sebelah Barat 80 – 100 cm
Setelah berumur 1-1,5 bulan, pindahkan ke kebun (berdaun empat)
Kebutuhan benih untuk 1 ha = 500 gram

PENANAMAN
Waktu tanam yang baik musim kering
Pilih bibit yang tumbuh subur dan normal
Tanam bibit di lubang tanam secara tegak lalu tanah di sekitar batang dipadatkan
Siram lubang tanam yang telah ditanami hingga cukup basah (lembab)

PENGAIRAN
Dilakukan rutin tiap hari, terutama pada fase awal pertumbuhan dan cuaca kering, dapat di-leb atau disiram dengan gembor

PENYULAMAN
Sulam tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, mati atau terserang hama penyakit
Penyulaman maksimal umur 15 hari

PEMASANGAN AJIR (TURUS)
Lakukan seawal mungkin agar tidak mengganggu (merusak) sistem perakaran
Turus terbuat dari bilah bambu setinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm
Tancapkan secara individu dekat batang
Ikat batang atau cabang terong pada turus

PENYIANGAN
Rumput liar atau gulma di sekitar tanaman disiangi atau dicabut
Penyiangan dilakukan pada umur 15 hari dan 60-75 hari setelah tanam

PEMUPUKAN
Jenis dan Dosis Pupuk Makro disesuaikan dengan jenis tanah, varietas dan kondisi daerah menurut acuan dinas pertanian setempat.

PEMANGKASAN ( PEREMPELAN )
Pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT

HAMA
Kumbang Daun (Epilachna spp.)
Kutu Daun (Aphis spp.)
Tungau ( Tetranynichus spp.)
Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn.)
Ulat Grayak (Spodoptera litura, F.)
Ulat Buah ( Helicoverpa armigera Hubn.)

PENYAKIT
Layu Bakteri
Busuk Buah
Bercak Daun
Antraknose
Busuk Leher akar
Rebah Semai

Catatan :
Cara dari pengendalian hama dan penyakit bisa digunakan pestisida yang cocok, semua bisa disesuaikan dengan gejala serangan dan jenis hama dan penyakit yang menyerang, Disini tidak menyebutkan merek dagang dari beberapa pestisida yang digunakan dalam pembasmian hama dan penyakit pada budidaya tanaman terung.

PEMANENAN
Buah pertama dapat dipetik setelah umur 3-4 bulan tergantung dari jenis varietas
Ciri-ciri buah siap panen adalah ukurannya telah maksimum dan masih muda.
Waktu yang paling tepat pagi atau sore hari.
Cara panen buah dipetik bersama tangkainya dengan tangan atau alat yang tajam.
Pemetikan buah berikutnya dilakukan rutin tiap 3-7 hari sekali dengan cara memilih buah yang sudah siap dipetik.

Sumber:
http://www.petanihebat.com/2013/01/budidaya-tanaman-terung.html


Baca artikel selengkapnya....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Para Sahabat

Total Visitors

Histats

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP