Tuesday, December 9, 2014

Tips Memelihara Sepat Mutiara

Searah dengan pergeseran pola mengonsumsi ikan, dari pemenuhan keperluan pangan kearah pemuasan rohani, dunia perdagangan ikan hias lalu mulai memperoleh perhatian yang serius dari penduduk. melewati type, warna, ukuran serta wujud tubuhnya, ikan hias memegang fungsi mutlak untuk menambah kesegaran, keindahan serta kesejukan lingkungan sekalian bisa menyingkirkan rasa jemu serta ketegangan, hingga baik untuk kesehatan.

Di antara type ikan hias yang mempunyai warna cukup indah yaitu ikan sepat mutiara ( trichogaster leeri ) yang dikenal dengan sebutan ikan sepat. ikan sepat mutiara adalah ikan hias air tawar yang tetap memiliki jalinan keluarga dengan ikan sepat siam yang kerap dikonsumsi oleh penduduk. perbedaannya yakni ikan sepat mutiara mempunyai warna yang lebih indah hingga orang jadi sayang untuk mengkonsumsinya lantas ikan tersebut cuma untuk di nikmati keindahan warna serta geraknya.

Ciri - ciri ikan sepat mutiara yakni memiliki badan yang memanjang dengan potongan pipih kesamping. mulutnya kecil dengan moncongnya runcing. sirip anal amat panjang layaknya benang, sirip sebelah belakang menonjol keluar. warna dasarnya sawo masak, segi badannya kelabu terkadang - terkadang biru kehijauan menghias tubuhnya. dengan panjang bisa meraih 12 cm. perihal yang sangat khas dari ikan sepat mutiara yaitu keindahannya yang menyerupai manik - manik mutiara yang terpencar dari pola warnanya yang memikat. perihal ini yang mengakibatkan ikan ini dimaksud ikan sepat mutiara.

Langkah pemeliharaan ikan sepat mutiara tidak terlampau sukar, cukup hanya melindungi air pemeliharaan supaya tidak tercemar serta kelarutan oksigen terus terjamin dan makanan yang terus ada. untuk menanggung kelarutan oksigen di dalam wadah pemeliharaan baiknya menggunakan aerator. kelarutan oksigen yang ideal untuk ikan sepat mutiara tidak kurang dari 2, 6 ppm. suhu air berkisar 24 - 28 derajat celcius serta derajat keasaman ( ph ) 6, 5 - 8.

Type makanan untuk ikan sepat mutiara bisa berbentuk makanan alami ( makanan yang didapatkan dari hasil penangkapan di alam atau pemeliharaan ) atau makanan buatan. makanan alami bisa berbentuk jentik nyamuk, kutu air atau cacing sutera ( tubifex ), namun makanan buatan bisa didapatkan di toko - toko makanan ikan hias. hasil penelitian di laboratorium tunjukkan bahwa pemberian makanan yang pas, baik jumlah ataupun type punya pengaruh pada perkembangan serta keindahan warna ikan sepat mutiara. sebagai perumpamaan, pemberian jentik nyamuk berikan perkembangan tambah baik pada ikan sepat mutiara di banding pemberian makanan dengan kutu air atau cacing sutera ( tubifex ).Tetapi tidak bermakna bahwa ikan sepat mutiara mesti senantiasa diberi jentik nyamuk. karena pemberian satu type makanan terus - menerus dapat menyebabkan rasa jemu untuk ikan, disamping itu bisa menyebabkan kekurangan zat - zat makanan untuk keperluan ikan, apabila zat - zat makanan tersebut tidak ada didalam jentik nyamuk. setelah itu dari hasil penelitian diketahui juga bahwa pemberian makanan yang beragam, menyebabkan warna ikam dapat jadi lebih indah serta pertumbuhannya tambah baik. perihal ini dikarenakan dikarenakan pemberian makanan yang berbagai - jenis bisa melengkapi keperluan zat - zat makanan yang diperlukan oleh ikan sepat mutiara.

Keindahan warna ikan sepat mutiara bisa juga ditentukan oleh situasi air pemeliharaan. perubahan air yang teratur dapat beresiko positif pada warna serta kesehatan ikan. untuk pemeliharaan didalam akuarium perubahan air baiknya dikerjakan sekali 1 minggu sejumlah 20% dari volume akuarium, namun untuk pemeliharaan di kolam - kolam ikan, perubahan air dikerjakan sekali didalam dua minggu sejumlah 20% dari volume kolam ikan.

Warna yang pudar serta gerakan yang lamban adalah ciri - ciri bahwa ikan sepat mutiara terkena penyakit. tindakan awal yang perlu dikerjakan yakni memisahkan ikan yang kurang sehat tersebut dari ikan sepat mutiara yang lain. perihal ini ditujukan untuk hindari berlangsungnya penyebaran penyakit yang bisa berjangkit pada ikan - ikan yang lain.

Sumber :
http://ajasmanfaat.blogspot.com/2013/01/tips-memelihara-sepat-mutiara.html


Baca artikel selengkapnya....

Tuesday, December 2, 2014

Teknik dan Cara Budidaya Buah Kiwi

Bercocok tanam adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, terlebih lagi apabila didukung dengan keadaan iklim dan tanah yang mendukung seperti di Indonesia. Maka tak ayal apabila sektor pertanian merupakan salah satu lahan bisnis yang menjanjikan di negara kita ini. Salah satu hasil dari sektor pertanian atau perkebunan yang memiliki prospek yang bagus yaitu buah kiwi. Di sini kita akan membahas hal-hal tentang cara budidaya buah kiwi.

Peluang Usaha Budidaya Kiwi
Buah kiwi telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Buah ini diketahui memiliki kandungan vitamin dan juga nutrisi-nutrisi penting lainnya bagi tubuh sehingga dapat meningkatkan kesehatan apabila dikonsumsi. Dengan manfaat tersebut, kiwi banyak dicari oleh para konsumen dan ini merupakan kesempatan usaha yang bagus bila kita mau menekuni budidaya buah kiwi.

Akan tetapi untuk bisa berhasil dalam membudidayakan buah kiwi, kita dituntut untuk mempelajari teknik budidaya buah kiwi dengan matang. Namun kita tidak perlu cemas karena sebenarnya pemeliharaan tanaman kiwi tidaklah sulit untuk dilakukan. Kita hanya perlu belajar dengan baik agar hasil dari usaha kita bisa optimal.

Proses Penyiapan Lahan
Kiwi dapat tumbuh dengan cukup subur di wilayah tropis seperti di Indonesia. Penyiapan lahan bisa kita mulai dengan membersihkan lahan dari tanaman-tanaman liar. Setelah lahan bersih langkah selanjutnya yaitu kita gemburkan bagian-bagian yang akan kita tanami. Setelah digemburkan, tanah bisa kita pupuk dengan pupuk kandang secukupnya. Kita juga bisa mengatur tingkat keasaman tanah dengan cara mengapur tanah dengan dolomite.

Selanjutnya di bagian-bagian tanah yang digemburkan tadi kita buat lubang-lubang tanam dengan jarak kurang lebih 2 meter x 2 meter. Proses pembajakan, pemberian pupuk, pengapuran, dan juga pembuatan lubang-lubang tanam sebaiknya telah selesai dikerjakan 2 minggu sebelum penanaman bibit kiwi dilakukan. Sembari menggarap lahan kita juga bisa memulai proses pembenihan sehingga ketika benih telah siap tanam, lahan juga sudah siap untuk digunakan.

Proses Pembenihan
Pembenihan atau pembibitan buah kiwi dapat dilakukan dengan cara menyemaikan biji-biji kiwi. Untuk membantu mempercepat proses penyemaian, biji-biji buah kiwi kita rendam dahulu dengan air hangat, lalu kita keringkan. Setelah itu biji-biji tersebut kita simpan terbungkus dengan tissu maupun kapas selama satu malam. Setelah itu kita keluarkan biji-biji tadi dan mulai kit semai di atas tanah.

Media yang baik untuk penyemaian adalah tanah humus. Caranya yaitu kita sebar biji-biji tadi secara merata di atas tanah dan diamkan selama sepuluh hari (hingga kecambah dan daun mulai tumbuh). Perlu diingat juga bahwa selama proses penyemaian sebaiknya biji-biji tadi diberikan naungan untuk menghindari sinar matahari langsung.

Proses Penanaman Setelah biji-biji buah kiwi mempunyai daun-daun, kita bisa memindahkan mereka ke dalam pot-pot hingga cukup besar untuk ditanam di atas lahan. Cara menanam benih-benih tersebut yakni tinggal dimasukan saja bagian pangkal batangnya ke lubang-lubang tanam yang telah siap digunakan. Selanjutnya, seperti cara tanam pohon pada umumnya, kita timbun dengan tanah dan timbunan tersebut sedikit kita tinggikan supaya tidak tergenang air ketika hujan.

Proses Pemeliharaan
Perlu diketahui bahwa struktur tanah yang diperlukan untuk menanam pohon kiwi haruslah kuat, karena tanah akan menahan beban pohon kiwi yang sangat berat ketika pohon-pohon tersebut berbuah. Cara merawat pohon kiwi supaya tumbuh subur yakni dengan mengairi secara teratur, memupuk tanah secara berkala, membabat rumput-rumput liar, dan juga mengendalikan hama pohon dengan penyemprotan. Selain itu kita juga perlu memeliharabunga dan membantu proses penyerbukan dengan kuas halus supaya berbuah lebih banyak.

Sumber : http://1001budidaya.com/budidaya-buah-kiwi/


Baca artikel selengkapnya....

Monday, November 17, 2014

Cara Budidaya Udang Vannamei Dengan Pola Traditional Plus

UDANG VANNAMEI (litopenaeus vannamei) atau sering disebut udang vaname adalah salah satu jenis udang introduksi yang belakangan ini banyak diminati untuk dibudidayakan karena potensinya yang sangat baik, memiliki keunggulan seperti tahan penyakit, pertumbuhannya cepat (masa pemeliharaan 100-110 hari), sintasan selama pemeliharaan tinggi dan nilai konversi pakan (FCR-nya) rendah (1:1,3). Namun dimikian pembudidaya udang yang modalnya terbatas masih menggangap bahwa udang vannamei hanya dapat dibudidayakan secara intensif. Anggapan tersebut ternyata tidalah sepenuhnya benar, karena hasil kajian menunjukan bahwa vannamei juga dapat diproduksi dengan pola tradisional.

Bahkan dengan pola tradisional petambak dapat menghasilkan ukuran panen yang lebih besar sehingga harga per kilo gramnya menjadi lebih mahal.Teknologi yang tersedia saat ini masih untuk pola intensif dan semiintensif, pada hal luas areal pertambakan di indonesia yang mencapai sekitar 360.000 ha, 80% digarap oleh petambak yang kurang mampu. Informasi teknologi pola tradisional plus untuk budi daya udang vannamei sampai saat ini masih sangat terbatas. Diharapkan dengan adanya brosur ini dapat menambah wawasan pengguna dalam mengembangkanbudi daya udang vannamei pola tradisional plus.

PERSIAPAN TAMBAK

1. Pengeringan/pengolahan tanah dasar
Air dalam tambak dibuang, ikan-ikan liar diberantas dengan saponin, genangaan air yang masih tersisa dibeberapa tempat harus di pompa keluar. Selanjutnya yambak dikeringkan sampai retak-retak kalau perlu di balik dangan cara ditraktor sehingga H²S menghilang karena teroksidasi. Pengeringan secara sempurna juga dapat membunuh bakteri patogen yang yang ada di pelataran tambak.

2. Pemberantasan hama
Pemberantasan ikan-ikan dengan sapion 15-20ppm (7,5-10kg/ha) dengan tinggi air tembak 5cm

3. Pengapungan dan pemupukan
Untuk menunjang berbaikan kualitas tanah dan air dilakukan pemberian kapur bakar (CaO), 1000 kg/ha, dan kapur pertanian sebanyak 320 kg/ha. selanjutnya masukkan air ketambak sehingga tambak menjadi macak-macak kemudian dilakukan pemupukan dengan pupuk urea (150 kg/ha), pupuk kandang (2000 kg/ha).

4. Pengisian air
Pengisian air dilakukan setelah seluruh persiapan dasar tambak telah rampung dan air dimasukkan ke dalam tambak secara bertahap. Ketinggian air tersebut dibiarkan dalam tambak selama 2-3 minggu sampai kondisi air betul-betul siap ditebari benih udang. tinggi air di petak pembesaran diupayakan ≥1,0m.

PENEBARAN

Penebaran benur udang vannamei dilakukan setelah plangton tumbuh baik (7-10 hari) sesudah penumpukan. Benur vanname yang digunakan adalah PL 10 –PL 12 berat awal 0,001g/ekor diperoleh dari hatchery yang telah mendapatkan rekomendasi bebas patogen, Spesific Pathogen Free (SPF). Kreteria benur vannamei yang baik adalah mencapai ukuran PL –10 atau organ insangnya telah sempurna, seragam atau rata, tubuh benih dan usus terlihat jelas, berenang melawan arus.

Sebelum benuh di tebar terlebih dahulu dilakukan aklimatisasi terhadap suhu dengan cara mengapungkan kantong yang berisi benuh ditambak dan menyiram dengan perlahan-lahan. Sedangkan aklimatisasi terhadap salinitas dilakukan dengan membuka kantong dan diberi sedikit demi sedikit air tambak selama 15-20 menit. Selanjutnya kantong benur dimiringkan dan perlahan-lahan benur vannamei akan keluar dengan sendirinya. Penebaran benur vannamei dilakukan pada saat siang hari.

Padat penebaran untuk pola tradisional tanpa pakan tambahan dan hanya mengandalkan pupuk susulan 10% dari pupuk awal adalah 1-7 ekor/m². Sedangkan apabila menggunakan pakan tambahan pada bulan ke dua pemeliharaan, maka disarankan dengan padat tebar 8-10 ekor/m².

PEMELIHARAAN

Selama pemeliharaan, dilakukan monitoring kualitas air meliputi : suhu, salinitas, transparasi, pH dan kedalaman air dan oksigen setiap hari. Selain itu, juga dilakukan pemberian pemupukan urea dan TPS susulan setiap 1 minggu sebanyak 5-10% dari pupuk awal. (urea 150kg/ha) dan hasil fermentasi probiotik yang diberikan seminggu sekali guna menjaga kestabilan plangton dalam tambak. Pengapuran susulan dengan dolomit super dilakukan apabila pH berfluktuasi. Pakan diberikan pada hari ke-70 dimana pada saat itu dukungan pakan alami (plangton) sudah berkurang atau pertumbuhan udang mulai lambat. Dosis pakan yang di berikan 5-2% dari biomassa udang dengan frekuensi pemberian 3kali /hari yakni 30% pada jam 7.00 dan 16.00 serta 40% pada jam 22.00.Pergantian air yang pertama kali dilakukan setelah udang berumur >60 hari dengan volume pergantian 10% dari volume total, sedangkan pada bukan berikutnya hingga panen, volume pergantian air ditingkatkan mencapai 15-20% pada setiap periode pasang. Sebelum umur pemeliharaan mencapai 60 hari hanya dilakukan penambahan air sebanyak yang hilang akibat penguapan atau rembesan. Kualitas air yang layak untuk pembesaran vannamei adalah salinitas optimal 10-25 ppt (toleransi 50 ppt), suhu 28-31°C, oksigen >4ppm, amoniak

PANEN

Panen harus mempertimbangkan aspek harga, pertumbuhan dan kesehatan udang. Panen dilakukan setelah umur pemeliharaan 100-110 hari. Perlakukan sebelum panen adalah pemberian kapur dolomit sebanyak 80 kg/ha (tinggi air tambak 1m), dan mempertahankan ketinggian air (tidak ada pergantian air) selama 2-4 hari yang bertujuan agar udang tidak mengalami molting (ganti kulit) pada saat panen. Selain itu disiapkan peralatan panen berupa keranjang panen, jaring yang dipasang di puntu air, jala lempar, stiroform, ember, baskom, dan lampu penerangan dilakukan dengan menurunkan volume air secara gravitasi dan di bantu pengeringan dengan pompa.

Bersamaan dengan aktifitas tersebut juga dilakukan penangkapan udang dengan jala. Sebaiknya panen dilakukan pada malam hari yang bertujuan untuk mengurangi resiko kerusakan mutu udang, karena udang hasil panen sangat peka terhadap sinar matahari. Udang hasil tangkapan juga harus di cuci kemudian direndam es, selanjutnya dibawa ke cold storage. Dengan pola tradisional plus produksi udang vannamei 835-1050 kg/ha/musim tanam dengan sintasan 60-96%, ukuran panen antara 55-65 ekor/kg.

(sumber: kkp)


Baca artikel selengkapnya....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Para Sahabat

Total Visitors

Histats

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP